Ramadan Jadi Momentum Emas BRK Syariah Perkuat Literasi Keuangan Syariah di Riau dan Kepri

I

Isman

Jumat, 06 Maret 2026 | 16:10 WIB

Ramadan Jadi Momentum Emas BRK Syariah Perkuat Literasi Keuangan Syariah di Riau dan Kepri
Dr. M. Rawa El Amady, MA.

PEKANBARU, AmiraRiau.com – Doktor Antropologi M. Rawa El Amady, menilai bulan suci Ramadan 1447 H tidak hanya menjadi ladang peningkatan ibadah spiritual, tetapi juga kesempatan strategis bagi Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah) untuk memperkuat literasi keuangan syariah. 

Menurutnya, di tengah meningkatnya aktivitas zakat dan sedekah, masyarakat dinilai lebih terbuka menerima konsep pengelolaan keuangan yang berlandaskan prinsip keadilan dan keberkahan.

"Ramadan adalah waktu yang sangat tepat. Saat kesadaran spiritual meningkat, pesan-pesan tentang ekonomi syariah dan sistem keuangan bebas riba lebih mudah diterima oleh masyarakat," ujar Dr. M. Rawa El Amady, MA, Jumat (6/3/2026).

Dikatakan, literasi yang didorong oleh BRK Syariah tidak hanya fokus pada pengenalan produk tabungan, namun menyentuh aspek etika ekonomi Islam. 

Menurut M. Rawa El Amady, terdapat tiga pilar utama yang disosialisasikan, yaitu keadilan dan kemitraan guna menghindari sistem bunga yang memberatkan. Larangan Gharar, yaitu menghilangkan ketidakjelasan dalam transaksi. Serta anti-Maisir yaitu menjauhkan masyarakat dari praktik spekulasi berlebihan atau judi terselubung.

Selain itu, kata Dosen Unilak ini, Sebagai bank daerah yang telah bertransformasi penuh, BRK Syariah menyasar berbagai lapisan masyarakat melalui kajian Ramadhan dan literasi di masjid-masjid. 

Program ini tidak hanya menyasar individu, tetapi juga pelaku usaha mikro dan kecil (UMKM) serta mahasiswa agar ekosistem ekonomi syariah di Riau dan Kepulauan Riau semakin kuat.

Selain edukasi, BRK Syariah memperkuat layanan transaksi digital untuk memudahkan jemaah dalam menunaikan kewajiban sosial keagamaan. Layanan pembayaran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) kini dapat diakses lebih praktis melalui fasilitas perbankan digital mereka.

Langkah masif ini mendapat apresiasi dari pengamat ekonomi syariah. Tingginya literasi diyakini akan mendongkrak inklusi keuangan, sehingga masyarakat tidak hanya sekadar tahu, tetapi aktif menggunakan layanan syariah untuk kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.***

Penulis: AJ