Cek Jadwalnya! Siswa SMA/SMK di Riau Libur Awal Puasa 18 Februari 2026, 1 Jam Pelajaran Hanya 30 Menit

A

administrator

Senin, 09 Februari 2026 | 00:00 WIB

Cek Jadwalnya! Siswa SMA/SMK di Riau Libur Awal Puasa 18 Februari 2026, 1 Jam Pelajaran Hanya 30 Menit

PEKANBARU, AmiraRiau.com – Menjelang tibanya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau resmi mengeluarkan pedoman bagi seluruh SMA, SMK, dan SLB di wilayah Bumi Lancang Kuning. Melalui Surat Edaran terbaru, pemerintah memastikan kegiatan akademik tetap berjalan efektif tanpa mengabaikan kekhusyukan siswa dalam berpuasa.

Kepala Disdik Riau, Erisman Yahya, menegaskan bahwa penyesuaian ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara capaian materi sekolah dan pembinaan nilai-nilai spiritual siswa.

"Pembelajaran tetap berjalan, tetapi durasinya kita persingkat. Kami ingin siswa tetap bisa belajar dengan konsentrasi terjaga, sembari sekolah memperkuat pembentukan karakter melalui kegiatan keagamaan," ujar Erisman, Minggu (8/2/2026).

Selama periode Ramadan (23 Februari – 13 Maret 2026), durasi setiap jam pelajaran dipangkas menjadi hanya 30 menit. Dalam sehari, siswa maksimal hanya mengikuti enam jam pelajaran.

Pemangkasan ini bertujuan agar materi esensial tetap tersampaikan tanpa membebani fisik siswa yang sedang menjalankan ibadah puasa. Selain belajar di kelas, sekolah juga diimbau untuk menghidupkan suasana religi melalui pesantren kilat, tadarus bersama, dan kegiatan penguatan profil pelajar yang berakhlak mulia.

Berdasarkan Surat Edaran Nomor 100.3.4.1/DISDIK12/2026/44, berikut adalah rincian jadwal penting bagi siswa di Riau:

Agenda KegiatanTanggal Pelaksanaan
Libur Awal Ramadan 1447 H18 – 20 Februari 2026
Periode Belajar di Bulan Puasa23 Februari – 13 Maret 2026
Libur Idul Fitri (Lebaran)16 – 27 Maret 2026
Hari Pertama Masuk Sekolah30 Maret 2026

Agar aturan ini tidak sekadar menjadi formalitas di atas kertas, Disdik Riau telah menugaskan pengawas sekolah untuk melakukan pemantauan langsung. Pengawasan dilakukan mulai dari kedisiplinan jam belajar saat puasa hingga kehadiran guru dan siswa pada hari pertama masuk setelah libur Lebaran.

"Kami minta pengawas aktif di lapangan agar seluruh ketentuan berjalan lancar dan kualitas pendidikan tetap terjaga selama bulan suci," tegas Erisman.***