BANGKINANG, AmiraRiau.com- Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Kampar melalui juru bicaranya, Jonny Fiter Suplus, menyampaikan pandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Kabupaten Kampar Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna yang digelar di gedung DPRD Kampar.
Dalam penyampaiannya, Fraksi Demokrat menegaskan bahwa APBD 2026 harus menjadi instrumen yang mampu mendorong kemajuan daerah secara merata, sekaligus memastikan seluruh kebijakan anggaran memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Jonny Fiter Suplus menyampaikan bahwa Fraksi Demokrat tetap berkomitmen mendukung setiap kebijakan pemerintah daerah yang berpihak kepada rakyat.
"Agar pemerintah betul-betul memperhatikan masukan dari masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan demi terwujudnya Kampar yang lebih maju, adil, dan sejahtera," tegasnya, Selasa (25/11/2025).
Dalam pandangan umumnya, Fraksi Demokrat menyampaikan hal-hal sebagai berikut: Pertama, peningkatan kualitas pendidikan dengan menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan sebagai investasi jangka panjang daerah.
Fraksi meminta agar anggaran pendidikan dalam APBD 2026 diarahkan untuk memperbaiki sarana dan prasarana sekolah, kualitas pengajaran, serta kesejahteraan guru. Program beasiswa juga diharapkan dapat menjangkau lebih banyak siswa berprestasi maupun dari keluarga kurang mampu.
Kedua, penguatan sektor kesehatan. Fraksi Demokrat menilai sektor kesehatan tetap menjadi prioritas utama. Pengalokasian anggaran yang lebih besar diperlukan untuk pembangunan dan pemeliharaan fasilitas kesehatan, terutama di daerah terpencil dan kurang berkembang.
Ketersediaan layanan kesehatan yang memadai dianggap sebagai faktor penting untuk menunjang produktivitas masyarakat.
Ketiga, pembangunan infrastruktur yang merata. Infrastruktur yang baik adalah penggerak utama perekonomian daerah. Fraksi Demokrat mendorong pengalokasian anggaran signifikan untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur dasar, seperti jalan, jembatan, dan sistem transportasi yang menghubungkan daerah-daerah terpencil dengan pusat ekonomi.
Fraksi juga mendorong percepatan pengembangan infrastruktur digital untuk mendukung ekonomi berbasis teknologi.
Keempat, pemberdayaan ekonomi lokal dan UMKM. UMKM dinilai sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Fraksi Demokrat mendorong program pelatihan, akses permodalan, dan pemasaran produk lokal hingga tingkat nasional dan internasional. Dengan pengelolaan yang baik, UMKM diyakini bisa menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus penyedia lapangan kerja lebih banyak.
Kelima, keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam. Kampar memiliki kekayaan alam yang besar, namun pengelolaannya harus dilakukan secara bijaksana dan berkelanjutan.
Fraksi Demokrat menekankan pentingnya anggaran untuk pelestarian lingkungan, pengelolaan sampah dan limbah, serta pengurangan emisi karbon. Inisiatif pengelolaan SDA berkelanjutan harus dipastikan memberikan manfaat bagi generasi mendatang tanpa merusak ekosistem.
Keenam, peningkatan kesejahteraan sosial. Fraksi Demokrat mengusulkan penguatan anggaran bagi program kesejahteraan sosial, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga miskin.
Program bantuan sosial harus lebih terarah dan tepat sasaran sehingga benar-benar meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.
Ketujuh, transparansi dan akuntabilitas anggaran. Fraksi Demokrat menegaskan bahwa transparansi dalam pengelolaan anggaran merupakan hal mutlak. Masyarakat harus mengetahui bagaimana dana daerah digunakan dan apa dampaknya.
Fraksi mendorong sistem pelaporan anggaran yang lebih terbuka, mudah diakses, dan diawasi secara ketat untuk mencegah pemborosan atau penyalahgunaan dana.
Di akhir penyampaiannya, Jonny Piter Suplus menegaskan bahwa Ranperda APBD 2026 harus menjadi fondasi kuat pembangunan daerah di masa depan.
“Kami percaya dengan pengelolaan anggaran yang baik, transparan, dan efisien, Kabupaten Kampar dapat melangkah lebih maju dan sejahtera. Mari bersama-sama bekerja menciptakan perubahan nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.***
Penulis: Ali Akbar