56 Peserta Beradu di Lomba Letup Meriam Buluh 2026 di Kota Siak

I

Isman

Minggu, 15 Maret 2026 | 17:29 WIB

56 Peserta Beradu di Lomba Letup Meriam Buluh 2026 di Kota Siak
Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, menyulut salah satu meriam buluh pada Lomba Letup Meriam Buluh 2026 di kawasan Pasar Seni Siak, Minggu malam (15/3/2026).

SIAK, AmiraRiau.com – Suara dentuman khas bambu yang membahana kembali mewarnai malam-malam Ramadan di Kota Siak. Dewan Kesenian Siak (DKS) resmi menggelar Lomba Letup Meriam Buluh 2026 di kawasan Pasar Seni Siak, Minggu malam (15/3/2026).

Kegiatan yang telah memasuki tahun ketiga ini menjadi magnet bagi masyarakat lokal maupun wisatawan yang merindukan suasana tradisional menjelang Idulfitri.

Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, saat membuka acara mengapresiasi semangat para pemuda dan masyarakat dalam menjaga tradisi "meletup". Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah daerah terletak pada akar budayanya.

"Jangan sampai kebudayaan kita hanya disampaikan dari mulut ke mulut lalu hilang. Harus kita tuliskan dan publikasikan agar anak cucu kita punya dasar untuk melanjutkan kegiatan positif ini," pesan Syamsurizal.

Ketua Pelaksana DKS, Tengku Zulkarnain (Wak Jul), mengungkapkan bahwa meskipun cuaca sempat gerimis, antusiasme peserta tetap tinggi dengan total 56 pendaftar. Lomba berlangsung selama dua hari (14-15 Maret) hingga menyaring 10 finalis terbaik.

Dewan juri, Susanto, menegaskan aturan ketat terkait keaslian alat yang digunakan seperti wajib menggunakan buluh (bambu) alami, penggunaan karbit sangat dilarang untuk menjaga autentisitas suara dan keamanan dan setiap peserta diberi tiga kali kesempatan, dengan penilaian utama pada kekuatan (power) dan kenyaringan suara.

Pemerintah Kabupaten Siak bersama para sponsor seperti PT Riau Petroleum dan PT Bumi Siak Pusako (BSP) turut mendukung penyediaan hadiah uang pembinaan dan trofi bagi para pemenang. Juara pertama berhak membawa pulang uang tunai sebesar Rp1.250.000.

Selain meriam buluh, semarak malam Ramadan di Siak juga akan diperkuat dengan festival lampu colok yang menjadi tradisi ikonik masyarakat Melayu Riau di penghujung bulan suci.***

Penulis/Sumber: MC_Siak