PADANG, AmiraRiau.com - Wakil Gubernur Sumatra Barat Vasko Ruseimy menyatakan dari data yang diterimanya untuk kondisi sementara hingga Kamis (27/11/2025) sore jumlah warga yang meninggal dunia sebanyak 12 orang dan warga terdampak sekitar 12.000 jiwa lebih.
Dia menyebutkan menyikapi kondisi cuaca hujan yang ekstrem ini bencana banjir, tanah longsor, dan banjir bandang melanda di 13 kabupaten dan kota di Sumbar.
Namun, khusus pada hari ini, Padang menjadi daerah cukup parah terdampak bencana banjir bandang.
"Jadi dari kondisi cuaca ini, totalnya warga yang meninggal dunia 12 orang. Data ini akan terus di-update, mengingat penanganan di lapangan masih terus dilakukan oleh BPBD, SAR, TNI, dan Polri, serta pihak lainnya,” kata dia, Kamis (27/11/2025).
Vasko berharap dan meminta kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyikapi kondisi bencana hidrometeorologi yang diperkirakan masih berpotensi hingga 29 November 2025 mendatang.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi juga menyampaikan perkembangan terbaru terkait dampak bencana alam akibat cuaca ekstrem yang melanda sejumlah daerah sejak 21 November lalu ini, total nilai kerugian sementara mencapai Rp6,5 miliar.
Kemudian, untuk kerugian materi terbesar tercatat di Kabupaten Padang Pariaman, yakni mencapai Rp4,8 miliar dari total kerugian sementara Rp6,5 miliar.
“Data tersebut bersumber dari laporan kejadian bencana yang dikirimkan Pusdalops 13 kabupaten dan kota ke Pusdalops provinsi. Data sewaktu-waktu dapat berubah dan akan diperbarui secara berkala,” jelasnya.***