PEKANBARU, AmiraRiau.com- Matematika tidak selalu identik dengan kebosanan angka dan rumus rumit di papan tulis. Pesan kreatif inilah yang dipamerkan dalam agenda Pengukuhan Peserta Didik Kelas X SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru Angkatan XVIII, Rabu (30/9/2026).
Di hadapan para pejabat dan tamu undangan, dua siswa Kelas XI, Habibi Arrofif dan Irwansyah Hutagalung, menyuguhkan aksi memukau berupa pertunjukan "sulap aljabar matematika".
Aksi kolaborasi numerasi yang dikemas layaknya permainan sulap logika tersebut merupakan bagian dari buah pembinaan ekstrakurikuler numerasi di SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru.
Acara pengukuhan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia (Kapusdiklat SDM) Kementerian Kehutanan, Dr. Tuti Herawati, S.Hut., M.Si., beserta jajaran pemangku kepentingan sektor pendidikan dan kehutanan.
Pendekatan numerasi interaktif ini dibawakan guna melatih peserta didik memahami pola, logika berpikir, serta jejaring hubungan matematis secara percaya diri dan komunikatif di ruang publik.
Selain atraksi sulap aljabar, rangkaian pengukuhan turut dimeriahkan dengan berbagai demonstrasi ketangkasan siswa, seperti storytelling bahasa Inggris, praktik pemetaan kawasan menggunakan drone, penampilan marching band, pencak silat, hingga Peraturan Baris-Berbaris (PBB).
Kepala SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru, Slamet Supriyadi, S.Pd., M.Sc., menjelaskan bahwa pengembangan kompetensi peserta didik tidak hanya mengandalkan proses intrakurikuler di dalam kelas semata.
"Kegiatan ekstrakurikuler dan pengembangan diri menjadi fondasi penting dalam membina karakter serta penguatan berpikir kritis siswa. Penampilan Habibi dan Irwansyah menjadi contoh konkret bagi 102 adik-adiknya di Angkatan XVIII yang baru saja dikukuhkan," ujar Slamet.
Pengukuhan ini menandai dimulainya perjalanan pendidikan tiga tahun bagi 102 peserta didik Angkatan XVIII yang dinamai Buceros rhinoceros. Angkatan ini terdiri dari 78 siswa putra dan 24 putri, di mana 76 siswa masuk melalui jalur reguler dan 26 siswa melalui jalur khusus.
Dalam pengarahannya, Kapusdiklat SDM Kemenhut, Dr. Tuti Herawati, S.Hut., M.Si., mengapresiasi inovasi pembelajaran yang ditunjukkan para siswa. Ia berpesan agar seluruh siswa baru mampu menggembleng kompetensi diri, kedisiplinan, kepedulian lingkungan, serta kemampuan beradaptasi tinggi selama menempuh pendidikan kehutanan.***
Penulis: M.Wan
Editor: Isman