BUMDes Lubuk Tapi Sakti Panen Perdana Ayam Petelur, Dijual Lebih Murah Untuk Warga

A

administrator

Kamis, 27 November 2025 | 00:00 WIB

BUMDes Lubuk Tapi Sakti Panen Perdana Ayam Petelur, Dijual Lebih Murah Untuk Warga

BENGKULU SELATAN, AmiraRiau.com- Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lubuk Tapi Sakti mulai memasuki masa panen perdana sejak memulai program budidaya ayam petelur pada awal November 2025.

Dengan populasi awal sebanyak 400 ekor, Bumdes di bawah kepemimpinan Ketua Tarmizi kini berhasil memproduksi rata-rata telur mencapai 5 karpet per hari, di mana satu karpet berisi 30 butir. 

Meski angka tersebut masih tergolong tahap awal, Bumdes telah menyusun target peningkatan kapasitas produksi secara bertahap sesuai perkembangan populasi ayam dan stabilitas siklus bertelur.

Dalam 2 bulan pasca panen perdana, Tarmizi menargetkan produksi harian meningkat menjadi 11 hingga 12 karpet per hari. Menurutnya, proyeksi tersebut realistis seiring usia ayam yang memasuki masa produktif penuh. Peningkatan produksi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Bumdes untuk memperluas skala usaha serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.

"Selain itu, BUMDes juga menyiapkan rencana besar pada tahun 2026, yakni menambah populasi ayam hingga 1.000 ekor,"  ujar Tarmizi, Kamis 27 November 2025.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan sekaligus membuka peluang bagi Bumdes untuk memperluas jaringan distribusi maupun menata ulang siklus panen agar lebih berkesinambungan. 

Salah satu aspek yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat adalah kebijakan harga yang diterapkan BUMDes.

"Telur hasil panen dijual langsung kepada warga dengan harga Rp 45 ribu per karpet, lebih murah dari harga pasaran yang berkisar Rp 55 ribu per karpet," ungkapnya.

Kebijakan tersebut menjadi wujud komitmen Bumdes untuk tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Lubuk Tapi dan sekitarnya.

"Akses terhadap telur segar dengan harga terjangkau dinilai sangat membantu warga, terutama dalam kondisi kebutuhan pangan yang cenderung meningkat sepanjang tahun," sambungnya.

Kepala Desa Lubuk Tapi, Junitang Tiga Poma, A.Md, menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah BUMDes dalam membangun usaha produktif yang berdampak langsung bagi masyarakat. 

Ia menilai bahwa program ayam petelur ini merupakan contoh nyata bagaimana potensi desa dapat dikelola secara mandiri dan profesional. Menurut Junitang, hadirnya usaha ini tidak hanya memperkuat ekonomi desa, tetapi juga menumbuhkan pola pikir baru tentang pentingnya kemandirian dan pemberdayaan masyarakat melalui unit usaha yang dikelola secara transparan.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus BUMDes serta berharap target peningkatan produksi dan penambahan populasi ayam pada tahun 2026 dapat tercapai sesuai rencana," ungkapnya.

Junitang menambahkan, pemerintah desa akan terus memberikan dukungan baik dari sisi regulasi, pendampingan, maupun koordinasi agar usaha ini dapat berkembang secara berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa Bumdes memiliki peran strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi desa, dan keberhasilan di sektor peternakan ini dapat menjadi contoh bagi pengembangan unit usaha lain ke depannya.

"Jika dikelola secara konsisten dan akuntabel, BUMDes Lubuk Tapi Sakti berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal yang mampu memberi dampak luas bagi masyarakat," ujarnya.***

Penulis: Erlan S