SIAK, AmiraRiau.com – Suasana di Lapangan Tugu, tepat di depan kemegahan Istana Siak, tampak berbeda pada Jumat pagi (6/2/2026). Ribuan orang, mulai dari pejabat, personel TNI-Polri, hingga pelajar berbaju olahraga, tampak sibuk memungut sampah dan membersihkan selokan.
Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, berdiri di tengah mereka, memimpin langsung gerakan gotong royong massal serentak yang digelar di 14 kecamatan se-Kabupaten Siak. Aksi ini merupakan respons cepat atas instruksi Presiden RI Prabowo Subianto untuk mewujudkan gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Dalam arahannya yang menyentuh, Bupati Afni mengingatkan bahwa beban kebersihan kota tidak boleh hanya diletakkan di pundak petugas kebersihan atau yang akrab disapa "Pasukan Kuning".
Bupati mengungkapkan fakta haru, yaitu banyak petugas kebersihan di Siak yang kini telah memasuki usia senja, antara 50 hingga 60 tahun. Meski fisik tak lagi muda, mereka tetap setia menyapu jalanan demi kenyamanan warga.
"Jangan bayangkan petugas kebersihan kita yang berjumlah 800-an orang harus meng-cover ribuan kilometer wilayah Siak sendirian. Tak akan cukup. Kita yang di sini harus jadi pelopor. Kebersihan adalah tanggung jawab hati, bukan sekadar tugas profesi," ujar Bupati Afni dengan nada tegas namun penuh empati.
Sebagai bentuk perlindungan, Bupati Afni menegaskan komitmennya untuk tidak merumahkan satupun petugas kebersihan, meski di tengah situasi sulit sekalipun. Mereka adalah pahlawan lingkungan yang harus tetap dipertahankan.
Komitmen Bupati Afni terhadap lingkungan bukan sekadar ikut-ikutan tren. Bupati tengah mengupayakan revisi Perda Sampah yang dilengkapi sanksi tegas bagi pembuang sampah sembarangan. Langkah ini diambil untuk menumbuhkan kesadaran kolektif dan menghargai jerih payah para petugas di lapangan.
Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, menambahkan bahwa semangat ini akan diperkuat melalui surat edaran rutin setiap Jumat.
"Ini bukan soal sampah saja, tapi soal mengembalikan kebersamaan dan kepedulian yang menjadi jati diri bangsa kita," imbuhnya.
Gerakan serentak ini diharapkan mampu menghidupkan kembali "ruh" gotong royong di sekolah, kantor pemerintahan, hingga lingkungan RT/RW, menjadikan Siak sebagai rumah yang asri bagi seluruh warganya.***