MANNA, AmiraRiau.com – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menetapkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2026 sebesar Rp26,8 miliar. Angka ini mencerminkan optimisme pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas fiskal dan kemandirian pembangunan.
Kepala Bapenda Bengkulu Selatan, Edwin Permana, menegaskan bahwa target tersebut disusun berdasarkan evaluasi mendalam terhadap potensi riil di lapangan, bukan sekadar proyeksi di atas kertas.
Sejumlah sektor dipastikan tetap menjadi "mesin" utama pendapatan, seperti PBB-P2, BPHTB, pajak restoran, pajak hotel, hingga pajak penerangan jalan. Namun, di tahun 2026 ini, Bapenda akan memberikan perhatian lebih pada efisiensi melalui digitalisasi pembayaran.
"Digitalisasi menjadi fokus kami agar pelayanan semakin efektif dan potensi kebocoran dapat ditekan. Kami ingin menciptakan sistem yang transparan, akuntabel, dan memudahkan masyarakat dalam membayar pajak," ujar Edwin.
Menurutnya, target ini disusun berdasarkan potensi riil dan data yang terukur. Jadi bukan sekadar angka, melainkan hasil evaluasi dan perhitungan matang dari seluruh sumber PAD.
Sebagai langkah konkret, Bapenda telah menerbitkan SK bagi 20 fasilitator tenaga kontrak. Para petugas ini akan ditempatkan khusus di Kecamatan Kota Manna dan Kecamatan Pasar Manna—dua wilayah dengan densitas pelaku usaha dan wajib pajak tertinggi.
Tugas utama para fasilitator ini meliputi sosialisasi kewajiban perpajakan kepada masyarakat dan pelaku usaha, pemutakhiran basis data wajib pajak agar lebih akurat, serta pendampingan penggunaan sistem pembayaran digital.
Edwin optimis, dengan dukungan data yang terukur dan pengawasan yang lebih ketat di lapangan, target Rp26,8 miliar tersebut dapat tercapai. Peningkatan PAD ini sangat krusial bagi Bengkulu Selatan agar tidak terus bergantung sepenuhnya pada dana transfer dari pemerintah pusat.
"Edukasi kepada masyarakat sangat penting. Pajak adalah sumber utama pembiayaan pembangunan daerah, dan kesadaran kolektif adalah kuncinya," tutup Edwin.***
Penulis: Erlan S