DUMAI, AmiraRiau.com - Senyum mulai kembali menghiasi wajah sejumlah siswa sekolah dasar yang menjalani perawatan di RSUD dr. Suhatman, MARS, Kota Dumai.
Setelah mendapat penanganan medis, kondisi para siswa yang diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berangsur membaik.
Kabar tersebut menjadi perhatian Wali Kota Dumai H. Paisal. Ia datang langsung menemui para siswa di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), untuk melihat kondisi mereka sekaligus memberikan semangat.
Didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai Mukhlis Suzantri serta Direktur RSUD dr. Eka Viora Effendi, H. Paisal menghampiri siswa yang masih mengenakan seragam pramuka.
Ia menyapa dan memberikan dukungan kepada anak-anak yang tengah menjalani perawatan.
Kehadiran orang nomor satu di Kota Dumai itu membuat suasana ruang perawatan lebih hangat. Para siswa yang sebelumnya mendapat penanganan medis mulai menunjukkan kondisi yang lebih baik dan terlihat kembali tersenyum.
H. Paisal memastikan pemerintah daerah memberikan perhatian penuh terhadap kondisi para siswa. Perawatan di rumah sakit juga diberikan secara gratis hingga seluruh siswa dinyatakan pulih.
"Kesehatan dan keselamatan anak-anak kita adalah prioritas nomor satu saat ini. Alhamdulillah, kami sudah instruksikan pihak RSUD dr. Suhatman untuk memberikan pelayanan medis yang maksimal hingga seluruh siswa benar-benar sembuh dan bisa kembali pulang ke rumah," ujar H. Paisal, dikutip Jumat (14/8/2026).
Di tengah kabar kondisi siswa yang mulai membaik, Pemko Dumai juga menyiapkan langkah evaluasi terhadap kejadian tersebut. Pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan pihak terkait untuk memastikan pelaksanaan program MBG ke depan semakin aman bagi anak-anak.
Evaluasi akan mencakup standar keamanan, kebersihan hingga kelayakan pangan. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas makanan yang diterima siswa.
"Inshaallah Pemko Dumai akan mengambil langkah terhadap persoalan ini dengan melibatkan pihak terkait. Kami pastikan evaluasi ketat akan dilakukan agar standar keamanan, kebersihan, dan kelayakan pangan program Makan Bergizi Gratis di Kota Dumai ke depan terjaga penuh dan kejadian serupa tidak terulang lagi," pungkasnya.
Selain jajaran pemerintah, aparat Polres Dumai, guru dan orang tua turut mendampingi para siswa selama menjalani perawatan. Kehadiran mereka menjadi dukungan tersendiri bagi anak-anak hingga kondisi mereka kembali pulih dan dapat berkumpul bersama keluarga.***