Lurah Sri Meranti Gandeng Mahasiswa Ners UNRI Fokuskan Edukasi PHBS dan Stunting

F

Farhan Hasibuan

Selasa, 03 Februari 2026 | 00:00 WIB

Lurah Sri Meranti Gandeng Mahasiswa Ners UNRI Fokuskan Edukasi PHBS dan Stunting

PEKANBARU, AmiraRiau.com– Pemerintah Kelurahan Sri Meranti kembali memperkuat komitmennya dalam membangun masyarakat sehat dengan menempatkan edukasi sebagai inti dari program Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa. Hal ini ditegaskan dalam acara serah terima mahasiswa Program Studi Ners, Fakultas Keperawatan Universitas Riau (UNRI) di Kantor Lurah Sri Meranti, Senin (2/2/2026).

Kelurahan Sri Meranti yang secara konsisten menjadi mitra akademik setiap tahunnya, kali ini memfokuskan pendampingan mahasiswa pada isu-isu kesehatan dasar yang bersentuhan langsung dengan kebiasaan masyarakat.

Lurah Sri Meranti, Irhamdi, S.STP., M.Si, menekankan bahwa kehadiran mahasiswa bukan sekadar formalitas akademik, melainkan instrumen perubahan perilaku kolektif.

"Edukasi masyarakat adalah tujuan utama. Mahasiswa harus hadir untuk mendorong perubahan perilaku warga, terutama dalam membangun Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pencegahan stunting," ujar Irhamdi.

Materi edukasi yang menjadi prioritas selama masa PKL meliputi pencegahan stunting dengan edukasi gizi keluarga dan pola asuh, pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan padat penduduk, membudayakan cuci tangan dan penggunaan air bersih dan edukasi pengelolaan sampah rumah tangga.

Dalam kesempatan tersebut, Irhamdi juga menyoroti pentingnya optimalisasi Lembaga Pemungutan Sampah (LPS) yang telah dibentuk Pemerintah Kota Pekanbaru. Menurutnya, infrastruktur dan aturan yang ada tidak akan memberikan dampak maksimal tanpa adanya kesadaran dari warga itu sendiri.

“Lembaganya ada, aturannya ada, tapi yang menentukan berhasil atau tidaknya adalah partisipasi warga. Perubahan sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan adalah fondasi utama kampung sehat,” tegasnya.

Selain pendekatan medis dan sanitasi, Lurah Sri Meranti mengajak mahasiswa untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong. Praktik ini dinilai efektif tidak hanya untuk kebersihan fisik lingkungan, tetapi juga memperkuat ikatan sosial antarwarga.

Program PKL ini diharapkan memberikan manfaat timbal balik: mahasiswa mendapatkan realitas sosial sebagai calon tenaga kesehatan, sementara warga mendapatkan pemahaman mendalam bahwa kualitas kesehatan sangat bergantung pada kebersihan lingkungan sekitar.***

Penulis: Randi