Malaysia Madani

A

administrator

Minggu, 21 Desember 2025 | 00:00 WIB

Malaysia Madani

Oleh: Hasrul Sani Siregar, MA

DI ujung tahun ke tiga Pemerintahan Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim telah melakukan perombakan kabinet menteri yang bertujuan mengukuhkan (memperkuat) kembali pemerintahan yang akan memasuki tahun ke empat sebagai Perdana Menteri Malaysia. Perombakan kabinet menteri tersebut dilihat sebagai upaya memperkuat pemerintahan dalam membangun pemerintahan yang madani (civil society). Datuk Seri Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri Malaysia telah mengucapkan sumpah di depan Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah pada 24 November 2022. Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim merupakan Perdana Menteri Malaysia yang ke-10. Kabinet Menteri dibawah pemerintahan Perdana Menteri, Datuk seri Anwar Ibrahim merupakan kabinet menteri  yang di dalamnya merupakan perpaduan partai-partai koalisi Pakatan Harapan yaitu partai DAP (partai aksi demokratik), Partai Keadilan Rakyat (PKR) dan partai kebangsaan melayu bersatu (the united malays national organization (UMNO). 

Sejak dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim memperkenalkan apa yang disebut dengan Malaysia Madani (civil society) yang merupakan kerangka kebijakan dan slogan pemerintah yang berfokus kepada tiga konsep yaitu pertama; tata kelola pemerintahan yang baik, kedua; pembangunan yang berkelanjutan dan yang ketiga; keharmonisan etnis. Harmonisasi berbagai etnis yang ada di Malaysia merupakan hal yang mutlak untuk diwujudkan dalam masyarakat yang berbilang etnis (kaum) tersebut. 

Secara keseluruhannya, Malaysia Madani merupakan perlambangan kesejahteraan secara holistik, menekankan kemajuan dan progresif untuk rakyat berbagai kaum (baca:etnik) dan menyatukan hati dan teguh pada jati diri negara. Pemikiran Datuk Seri Anwar Ibrahim terhadap perubahan dan reformasi di Malaysia lebih mengedepankan kepada nilai-nilai islam dan sifatnya universal. Ini sangat relevan dengan slogan Malaysia Madani yang menjadi fokus di pemerintahan Datuk Seri Anwar Ibrahim yang akan memasuki tahun keempat sebagai Perdana menteri Malaysia ke-10. 

Datuk Seri Anwar Ibrahim menjadi ikon perubahan dan reformasi di Malaysia. Arti kepemimpinan bagi Datuk Seri Anwar Ibrahim adalah menginginkan terciptanya masyarakat madani (civil society). Malaysia Madani (Civil Malaysia) menjadi konsep yang diperkenalkan oleh Datuk Seri Anwar Ibrahim diawal pemerintahannya.  Malaysia Madani (Civil Malaysia) yang merupakan kerangka kebijakan dan slogan pemerintah dalam upaya membangun keharmonisan sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat yang madani (civil society). Ide-ide dan gagasan-gagasan tersebut hingga kini masih sangat relevan dan menjadi inspirasi dalam memperjuangkan keadilan dan reformasi politik ekonomi di Malaysia. Bagaimanapun perubahan tersebut harus berlandaskan kepada nilai-nilai universal yang mutlak, yang diakui oleh Islam dan agama lain secara baik serta mampu memberi kesejahteraan kepada umat manusia.  

Sebagai Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim telah melakukan berbagai terobosan sebagai akibat biaya hidup yang melonjak dan adanya pajak baru yang memicu keresahan bagi masyarakat Malaysia. Datuk Seri Anwar Ibrahim mengumumkan pemberian bantuan tunai sebesar 100 Ringgit Malaysia bagi setiap warga negara Malaysia yang berusia di atas 18 tahun yang telah dimulai pada 31 Agustus 2025 lalu yang merupakan hari bersejarah yaitu tanggal kemerdekaan Malaysia. Pembayaran ini dilakukan sekali (one-off payment). Kemudian terobosan yang dilakukan Datuk Seri Anwar Ibrahim adalah penurunan bahan bakar bensin dengan subsidi yaitu bensin RON95 dari harga 2.05 Ringgit turun menjadi 1.99 Ringgit. 

Kemudian kemudahan yang diberikan oleh kerajaan (pemerintah) yaitu menanggung biaya 10 tol dengan kemudahan tidak ada kenaikan jalan tol. Di sektor ekonomi, mata uang Ringgit terus mengalami tekanan oleh Dollar Amerika Serikat. Ini bukan kali pertama, Malaysia mengalami tekanan ekonomi berupa mata uang Ringgit. Tahun 1988 yang lalu krisis ekonomi yang melanda Asia yang juga berdampak terhadap Malaysia. Oleh sebab itu, di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim, Malaysia terus melalukan terobosan dalam menjamin kestabilan politik dan ekonomi. Salah satu keberhasilan dalam politik luar negeri Malaysia di bawah kepemimpinan Datuk Seri Anwar Ibrahim yaitu sebagai ketua ASEAN tahun 2025 yang telah berhasil melakukan perdamaian antara Thailand dan Kamboja dalam sengketa perbatasan di kedua negara yang bertetangga tersebut.***

(Hasrul Sani Siregar, MA. Penulis; Alumni Hubungan Antarabangsa, IKMAS, UKM, Bangi Selangor Malaysia/Widyaiswara di BPSDM Provinsi Riau)