Ketua PD F.SPBPU Riau, Zulhamdan, mengatakan maksud dan tujuan kedatangan, selain turut berduka, juga untuk memastikan keluarga pekerja yang meninggal dunia mendapat santunan sekaligus memastikan jaminan atau perlindungan bagi pekerjaa lainnya di proyek UML.
"Sebagai rasa solidaritas serta duka yang mendalam, kami minta pihak kontraktor menghentikan kegiatan untuk sementara waktu, paling tidak hingga masa berkabung usai atau setelah penyelidikan oleh Kepolisian selesai," kata Zulhamdan.
Menurut Hamdan, apa yang terjadi pada.pekerja merupakan tanggungjawab perusahaan. Oleh sebab itu, seluruh pekerja harus dipastikan mempunyai jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan, demikian pula soal sertifikat kompetensi.
"Kita minta data 250 pekerja yang bekerja di proyek UML Unri. Termasuk kartu BPJS serta sertifikat kompetensinya. Kita ingin memastikan bahwa mereka bekerja sesuai kompetensinya serta dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan," tutur Zulhamdan.
Hal yang sama juga disampaikan Ketua PC F.SPBPU Kota Pekanbaru, Samuel Sitompul. Dikatakan, pihaknya juga ingin memastikan bahwa perusahaan tempat pekerja yang meninggal telah menunaikan kewajiban, terutama santunan.
"Kepada kontraktor utama ataupun sub kontraktor tempat pekerja yang terkena musibah bernaung, hendaknya dapat memberikan santunan bagi keluarga yang ditinggalkan," kata Sitompul yang didampingi Sekretaris PC F.SPBPU Kota Pekanbaru, Ikrom, serta jajaran pengurus lainnya.
Menanggapi itu, Agus, Kepala Proyek UML Unri, menyambut dengan baik ketua dan pengurus lainnya dari F.SPBPU Riau serta Kota Pekanbaru.
"Kita sudah menyampaikan santunan dan melengkapi pekerja proyek lainnya dengan BPJS Ketenagakerjaan. Demikian pula dengan sertifikasi kompetensi," ujarnya.
Pertemuan berlangsung kondusif di ruang rapat perusahaan kontraktor. ***
Ketua PD F.SPBPU Riau, Zulhamdan, mengatakan maksud dan tujuan kedatangan, selain turut berduka, juga untuk memastikan keluarga pekerja yang meninggal dunia mendapat santunan sekaligus memastikan jaminan atau perlindungan bagi pekerjaa lainnya di proyek UML.
"Sebagai rasa solidaritas serta duka yang mendalam, kami minta pihak kontraktor menghentikan kegiatan untuk sementara waktu, paling tidak hingga masa berkabung usai atau setelah penyelidikan oleh Kepolisian selesai," kata Zulhamdan.
Menurut Hamdan, apa yang terjadi pada.pekerja merupakan tanggungjawab perusahaan. Oleh sebab itu, seluruh pekerja harus dipastikan mempunyai jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan, demikian pula soal sertifikat kompetensi.
"Kita minta data 250 pekerja yang bekerja di proyek UML Unri. Termasuk kartu BPJS serta sertifikat kompetensinya. Kita ingin memastikan bahwa mereka bekerja sesuai kompetensinya serta dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan," tutur Zulhamdan.
Hal yang sama juga disampaikan Ketua PC F.SPBPU Kota Pekanbaru, Samuel Sitompul. Dikatakan, pihaknya juga ingin memastikan bahwa perusahaan tempat pekerja yang meninggal telah menunaikan kewajiban, terutama santunan.
"Kepada kontraktor utama ataupun sub kontraktor tempat pekerja yang terkena musibah bernaung, hendaknya dapat memberikan santunan bagi keluarga yang ditinggalkan," kata Sitompul yang didampingi Sekretaris PC F.SPBPU Kota Pekanbaru, Ikrom, serta jajaran pengurus lainnya.
Menanggapi itu, Agus, Kepala Proyek UML Unri, menyambut dengan baik ketua dan pengurus lainnya dari F.SPBPU Riau serta Kota Pekanbaru.
"Kita sudah menyampaikan santunan dan melengkapi pekerja proyek lainnya dengan BPJS Ketenagakerjaan. Demikian pula dengan sertifikasi kompetensi," ujarnya.
Pertemuan berlangsung kondusif di ruang rapat perusahaan kontraktor. ***