Pasca Insiden Penembakan 5 Petani, Ketua DPRD Bengkulu Selatan Tegaskan Prioritas Pemulihan Korban dan akan Fasilitasi Dialog Terbuka

A

administrator

Rabu, 26 November 2025 | 00:00 WIB

Pasca Insiden Penembakan 5 Petani, Ketua DPRD Bengkulu Selatan Tegaskan Prioritas Pemulihan Korban dan akan Fasilitasi Dialog Terbuka

BENGKULU SELATAN, AmiraRiau.com- Ketua DPRD Bengkulu Selatan, Juli Hartono, menyampaikan sikap resmi legislatif terkait insiden penembakan lima petani dalam konflik lahan dengan pihak perusahaan PT. ABS.

Juli Hartono menegaskan bahwa perhatian utama DPRD saat ini adalah pemulihan dan pengobatan lima korban penembakan. Pihaknya telah langsung berkoordinasi dengan seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Bupati, Wakil Bupati, Kapolres, dan Dandim, untuk memastikan penanganan korban berjalan cepat.

"Saat ini kita pulihkan dulu, kita obati dan kita fasilitasi korban. Itu yang paling penting," kata Juli Hartono.

Setelah kondisi korban stabil, DPRD akan mengambil langkah strategis:

LangkahAksiTujuan
Penyelesaian KonflikMemfasilitasi dialog terbuka dan mempertemukan petani dengan pihak PT ABS di meja perundingan.Mencari jalan terbaik dan penyelesaian damai tanpa melukai kepentingan masyarakat.
Penguatan KebijakanMembawa hasil pembahasan Panitia Khusus (Pansus) terkait akar masalah konflik lahan ini ke sidang paripurna.Menetapkan langkah penyelesaian konflik yang lebih kuat dan bersifat kelembagaan.
Proses HukumMenyerahkan seluruh penanganan kasus penembakan sepenuhnya kepada aparat kepolisian.Memastikan kasus diproses secara profesional dan tidak menimbulkan korban lain.

Juli Hartono memastikan bahwa DPRD tidak akan mengintervensi proses hukum, melainkan fokus pada tugas legislasi dan mediasi untuk mengakhiri konflik berkepanjangan tersebut.

“Nanti kita akan sama-sama satu meja. Kita panggil PT. ABS dengan petani untuk mencari jalan terbaik. Persoalan ini akan kita selesaikan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa konflik ini bukan hal baru. DPRD telah menangani dan mendalaminya melalui Panitia Khusus (Pansus), yang dibentuk khusus untuk mengurai akar masalah. Menurutnya, hasil pembahasan pansus akan kembali dibawa ke sidang paripurna agar dapat ditetapkan langkah penyelesaian yang lebih kuat.

“Sebelumnya masalah ini sudah kita bahas di pansus. Insyaallah permasalahan ini akan kita bahas dalam sidang paripurna untuk penyelesaian yang terbaik,” jelas Juli.

Juli menegaskan bahwa DPRD Bengkulu Selatan tidak akan mengintervensi proses hukum. Ia memastikan seluruh penanganan kasus penembakan akan diserahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian agar kasus dapat diproses secara profesional.

“Untuk urusan hukum, kita serahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang agar permasalahan ini tidak berlanjut dan tidak menimbulkan korban lainnya,” tegas Juli.***

Penulis: Erlan S