"Untuk kegiatan lainnya seperti esport, tenis meja, takraw, memanah, kearifan lokal dengan pengembangan diri dan Syariah dilaksanakan di kantor Pusat BRK Syariah. Namun takraw ini kita pindahkan perlombaannya di sarana gedung MTQ Kota Pekanbaru, karena lapangan kita kondisinya licin pasca hujan yang masih turun hingga acara ini dibuka," kata Edi Wardana.
Menariknya dari semua cabang perlombaan ini, peserta Cabang Esport tidak hanya dari lokal saja, tetapi diikuti juga oleh TIM BI Pekanbaru, Pertamina RU II Dumai, dan peserta nasional dari DKI Jakarta. Ada 32 Tim dengan total 160 orang pada perlombaan Esport ini.
"Mereka akan bertanding memperebutkan total hadiah Rp 15 juta + 25.500 diamond. Esport ini disupport oleh Askrida Syariah, Telkomsel, Mills Pekanbaru, Hero Community, Moti, Riau Loker, 3 second dan Almeeraakyla. Alhamdulillah, seluruh peserta esport ini membuka rekening baru di BRK Syariah," kata Edi Wardana.
Seluruh direktorat sudah mempersiapkan tim-timnya untuk mengikuti berbagai pertandingan. Suasana di halaman kantor pusat Menara Dang Merdu terlihat lebih seru dengan sorak-sorak supporter dari peserta lomba tarik tambang, komunikata, pukul paku, masukkan pena dalam botol, congklak, kaki enggrang dan menyalin tepung.
Ditempat terpisah, Ketua Pelaksana Pertandingan Takraw, Ika Irawan menyebutkan khusus untuk takraw yang lokasi semula di lapangan kantor pusat harus dipindahkan karena kondisi cuaca yang hujan. Perlombaan takraw diikuti 12 regu dari seluruh kantor Cabang dan akan bertanding selama dua hari.
Ketentuan tim atau regu, kata Ika, terdiri dari 5 pemain yang diantaranya 3 pemain dan 2 cadangan. Setiap regu ini diperbolehkan membawa satu atlit berprestasi atau pemain professional untuk mendukung performa tim dalam bertanding memperebutkan hadiah menarik.
Pertandingan Cabang Takraw ini dipimpin oleh wasit berlisensi diantaranya, Supardi Hutabarat (Astaf), Tengku Sayet Harmainy (Astaf), Fitra Fadali (Wasit Nasional), M Miftah Parid (Wasit Nasional), Setiawan Yodi (Wasit Nasional), Vitra Wahyudi (Wasit Nasional), Heri Meisuseno (Wasit Daerah) dan Iwan Patria (Wasit Daerah).***
"Untuk kegiatan lainnya seperti esport, tenis meja, takraw, memanah, kearifan lokal dengan pengembangan diri dan Syariah dilaksanakan di kantor Pusat BRK Syariah. Namun takraw ini kita pindahkan perlombaannya di sarana gedung MTQ Kota Pekanbaru, karena lapangan kita kondisinya licin pasca hujan yang masih turun hingga acara ini dibuka," kata Edi Wardana.
Menariknya dari semua cabang perlombaan ini, peserta Cabang Esport tidak hanya dari lokal saja, tetapi diikuti juga oleh TIM BI Pekanbaru, Pertamina RU II Dumai, dan peserta nasional dari DKI Jakarta. Ada 32 Tim dengan total 160 orang pada perlombaan Esport ini.
"Mereka akan bertanding memperebutkan total hadiah Rp 15 juta + 25.500 diamond. Esport ini disupport oleh Askrida Syariah, Telkomsel, Mills Pekanbaru, Hero Community, Moti, Riau Loker, 3 second dan Almeeraakyla. Alhamdulillah, seluruh peserta esport ini membuka rekening baru di BRK Syariah," kata Edi Wardana.
Seluruh direktorat sudah mempersiapkan tim-timnya untuk mengikuti berbagai pertandingan. Suasana di halaman kantor pusat Menara Dang Merdu terlihat lebih seru dengan sorak-sorak supporter dari peserta lomba tarik tambang, komunikata, pukul paku, masukkan pena dalam botol, congklak, kaki enggrang dan menyalin tepung.
Ditempat terpisah, Ketua Pelaksana Pertandingan Takraw, Ika Irawan menyebutkan khusus untuk takraw yang lokasi semula di lapangan kantor pusat harus dipindahkan karena kondisi cuaca yang hujan. Perlombaan takraw diikuti 12 regu dari seluruh kantor Cabang dan akan bertanding selama dua hari.
Ketentuan tim atau regu, kata Ika, terdiri dari 5 pemain yang diantaranya 3 pemain dan 2 cadangan. Setiap regu ini diperbolehkan membawa satu atlit berprestasi atau pemain professional untuk mendukung performa tim dalam bertanding memperebutkan hadiah menarik.
Pertandingan Cabang Takraw ini dipimpin oleh wasit berlisensi diantaranya, Supardi Hutabarat (Astaf), Tengku Sayet Harmainy (Astaf), Fitra Fadali (Wasit Nasional), M Miftah Parid (Wasit Nasional), Setiawan Yodi (Wasit Nasional), Vitra Wahyudi (Wasit Nasional), Heri Meisuseno (Wasit Daerah) dan Iwan Patria (Wasit Daerah).***