Untuk event Pacu Jalur, tahun ini Pemprov Riau juga memberikan bantuan senilai Rp575 juta. Jumlah tersebut untuk hadiah dan membantu subsidi per jalur sebesar Rp1 juta.
“Untuk mensukseskan event Pacu Jalur ini Pemprov Riau memberikan bantuan senilai Rp575 juta untuk hadiah. Kemudian, juga memberikan subsidi untuk jalur-jalur yang akan bertanding,” katanya.
Pemerintah telah mengakui dan menetapkan Pacu Jalur sebagai bagian integral dari Warisan Budaya Nasional Takbenda asli Indonesia dan menjadikan Pacu Jalur menjadi agenda KEN Kemenparekraf.
Sebagai upaya untuk melestarikan warisan budaya tersebut, Pemerintah Indonesia mendukung Festival Pacu Jalur diadakan setiap tahun di Kuantan Singingi dan mempromosikan pentingnya festival tersebut kepada masyarakat luas baik nasional maupun internasional.
Untuk budaya yang ada event Pacu Jalur harus tetap dilestarikan. Yakni para peserta yang berasal dari masyarakat sekitar yang sebelumnya juga sudah ada sistem seleksi dari tiap Kecamatan.
“Kalau budayanya harus kita lestarikan, jangan mendatangkan peserta dari luar. Tapi kalau penonton dari luar daerah bahkan luar negeri silahkan saja, tapi agar mereka nyaman tentunya fasilitas harus diperbaiki,” ujarnya.***
Penulis: MCR, Editor: Alseptri Ady
Untuk event Pacu Jalur, tahun ini Pemprov Riau juga memberikan bantuan senilai Rp575 juta. Jumlah tersebut untuk hadiah dan membantu subsidi per jalur sebesar Rp1 juta.
“Untuk mensukseskan event Pacu Jalur ini Pemprov Riau memberikan bantuan senilai Rp575 juta untuk hadiah. Kemudian, juga memberikan subsidi untuk jalur-jalur yang akan bertanding,” katanya.
Pemerintah telah mengakui dan menetapkan Pacu Jalur sebagai bagian integral dari Warisan Budaya Nasional Takbenda asli Indonesia dan menjadikan Pacu Jalur menjadi agenda KEN Kemenparekraf.
Sebagai upaya untuk melestarikan warisan budaya tersebut, Pemerintah Indonesia mendukung Festival Pacu Jalur diadakan setiap tahun di Kuantan Singingi dan mempromosikan pentingnya festival tersebut kepada masyarakat luas baik nasional maupun internasional.
Untuk budaya yang ada event Pacu Jalur harus tetap dilestarikan. Yakni para peserta yang berasal dari masyarakat sekitar yang sebelumnya juga sudah ada sistem seleksi dari tiap Kecamatan.
“Kalau budayanya harus kita lestarikan, jangan mendatangkan peserta dari luar. Tapi kalau penonton dari luar daerah bahkan luar negeri silahkan saja, tapi agar mereka nyaman tentunya fasilitas harus diperbaiki,” ujarnya.***
Penulis: MCR, Editor: Alseptri Ady