"Perusahaan jangan pernah main-main. Buruh atau karyawan bukan robot. Mereka adalah manusia yang harus dimanusiakan. Kesejahteraan pekerja bukan sekadar kewajiban hukum, tapi juga bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan," tegasnya.
Ketua PII Riau juga mengingatkan seluruh perusahaan di Riau dan nasional untuk tidak mengulangi kesalahan serupa. Dunia usaha dituntut untuk menjunjung tinggi keadilan, etika, serta perlindungan menyeluruh terhadap hak pekerja.
"Jangan tunggu ditegur. Seluruh perusahaan harus proaktif memastikan seluruh hak pekerja terpenuhi. Ini bukan sekadar kewajiban hukum, tapi juga soal integritas dan tanggung jawab sosial perusahaan,” tambahnya.
PII Wilayah Riau menyatakan komitmennya untuk terus mendukung penegakan hukum, keadilan, dan perlindungan terhadap pekerja, terutama di sektor-sektor yang berbasis rekayasa dan teknologi.
"Kami tidak hanya bicara soal kemajuan teknologi dan pembangunan, tapi juga tentang penghormatan terhadap martabat manusia di balik pembangunan tersebut,” tutup Ir. Ulul Azmi.***
Editor: Alseptri Ady
"Perusahaan jangan pernah main-main. Buruh atau karyawan bukan robot. Mereka adalah manusia yang harus dimanusiakan. Kesejahteraan pekerja bukan sekadar kewajiban hukum, tapi juga bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan," tegasnya.
Ketua PII Riau juga mengingatkan seluruh perusahaan di Riau dan nasional untuk tidak mengulangi kesalahan serupa. Dunia usaha dituntut untuk menjunjung tinggi keadilan, etika, serta perlindungan menyeluruh terhadap hak pekerja.
"Jangan tunggu ditegur. Seluruh perusahaan harus proaktif memastikan seluruh hak pekerja terpenuhi. Ini bukan sekadar kewajiban hukum, tapi juga soal integritas dan tanggung jawab sosial perusahaan,” tambahnya.
PII Wilayah Riau menyatakan komitmennya untuk terus mendukung penegakan hukum, keadilan, dan perlindungan terhadap pekerja, terutama di sektor-sektor yang berbasis rekayasa dan teknologi.
"Kami tidak hanya bicara soal kemajuan teknologi dan pembangunan, tapi juga tentang penghormatan terhadap martabat manusia di balik pembangunan tersebut,” tutup Ir. Ulul Azmi.***
Editor: Alseptri Ady