PEKANBARU, AmiraRiau.com – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Provinsi Riau sukses menyelenggarakan kegiatan berbuka puasa bersama yang dipadukan dengan Executive Talk dan peluncuran buku di salah satu hotel di Pekanbaru, Jumat (13/3/2026).
Acara ini menjadi ajang berkumpulnya pakar keinsinyuran, termasuk Ketua LPJK 2025–2029 Ir. Insannul Kamil, Ph.D, serta Kepala BPJN Riau Dr. Ir. Yohanis Tulak Todingrara. Kegiatan ini mengusung tema strategis: "Ketahanan Energi Nasional dalam Perspektif Geopolitik Global dan Pembangunan Infrastruktur."
Ketua PII Riau, Ir. Ulul Azmi, S.T., M.Si, menekankan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah bukan sekadar isu politik, melainkan ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi nasional.
"Konflik di jalur perdagangan energi dunia akan berdampak langsung pada harga energi global, rantai pasok material konstruksi, hingga biaya pembangunan infrastruktur di Indonesia," ujar Ulul Azmi.
Ia mendorong para insinyur di Riau untuk terus meningkatkan kompetensi guna mengoptimalkan sumber daya alam lokal agar Indonesia tidak terus bergantung pada energi impor.
Dalam kesempatan tersebut, dipaparkan kemajuan organisasi PII Riau yang kini kian solid, diantaranya nemiliki lebih dari 2.000 anggota aktif di 10 cabang kabupaten/kota, 30% anggota telah bersertifikat Insinyur Profesional, dan 30 insinyur menyandang gelar ASEAN Engineer, serta menjalankan kampanye Green Engineer dan aksi lingkungan seperti penanaman 1.000 pohon pada HUT PII ke-73.
Dewan Pembina PII Riau, H. Aswandi, S.E, memberikan apresiasi tinggi atas dinamika organisasi yang dinilai paling progresif dibandingkan wilayah lain dalam kurun waktu 1,5 tahun terakhir.
Dalam sesi Executive Talk, Ketua LPJK Ir. Insannul Kamil memaparkan beberapa poin krusial untuk menghadapi ketidakpastian global, yaitu diversifikasi energi guna mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), mengembangkan industri material konstruksi domestik untuk mengurangi impor baja dan mesin berat dan meningkatkan efisiensi penggunaan energi pada sektor konstruksi nasional.
Kegiatan ditutup dengan tausiyah oleh Dr. H. Asep Ajidin, yang mengingatkan para insinyur agar selalu menjaga amanah. Mengutip hadis Nabi, ia menekankan bahwa "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya."
Acara diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada cabang-cabang PII teraktif serta buka puasa bersama untuk mempererat silaturahmi lintas generasi insinyur di Riau.***
Penulis: AJ