PEKANBARU, AmiraRiau.com- Kasus dugaan bullying yang menyebabkan siswa kelas VI SDN 108 Tangkerang Labuai, MA, meninggal dunia mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Riau.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan bahwa pihaknya akan segera memanggil Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk mendapatkan penjelasan rinci mengenai kronologi kejadian tersebut.
"Kita akan tanyakan ke Pemko Pekanbaru, apa yang sebenarnya ke terjadi dan bagaimana kronologinya (kasus bullying)," kata Plt Gubernur SF Hariyanto, Selasa (25/11/2025).
SF Hariyanto juga menekankan bahwa lingkungan pendidikan harus menjadi ruang aman bagi anak-anak dan berjanji kasus serupa tidak boleh terulang. "Sekolah itu tempat mencari ilmu, tempat seorang manusia bisa dididik menjadi lebih baik dan memiliki akhlak," tegasnya.
Kesaksian kronologi disampaikan oleh ibu korban, Deswita, didampingi suaminya dan Ketua Tim Advokat Pejuang Keadilan (TAPAK) Riau, Suroto, usai rapat di Disdik Kota Pekanbaru pada Senin (24/11/2025).
| Tanggal | Kejadian | Detail |
|---|---|---|
| Kamis, 13/11/2025 | Perubahan Perilaku | MA pulang sekolah dalam keadaan menangis dan mengatakan tidak mau bersekolah lagi. |
| Jumat, 14/11/2025 | Kelumpuhan & Pengakuan | MA mengalami kelumpuhan dan baru bercerita bahwa kepalanya ditendang oleh murid lain inisial FT saat belajar kelompok di kelas. |
| Jumat, 14/11/2025 | Respon Sekolah | Teman korban (AK) telah melaporkan insiden ini kepada wali kelas, namun hanya direspons dengan ucapan, "iya tunggu." |
| Sabtu, 15/11/2025 | Perawatan | Keluarga membawa MA ke pengobatan alternatif yang menyarankan perawatan medis. Perawatan di Puskesmas tutup sehingga MA dirawat di rumah. |
| Minggu, 16/11/2025 | Wafat | MA mengembuskan napas terakhir pada pukul 02.00 WIB. |
Tragisnya, Deswita juga menceritakan permintaan terakhir MA beberapa hari sebelum meninggal, yaitu meminta agar kelak dimandikan dan digelarkan tikar karena rumah akan ramai.***