Plt Gubernur Riau SF Hariyanto Raih Predikat Insinyur Profesional Utama (IPU) dari PII

I

Isman

Jumat, 14 Agustus 2026 | 12:06 WIB

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto Raih Predikat Insinyur Profesional Utama (IPU) dari PII
Plt Gubernur Riau Ir. H. SF Hariyanto, M.T., didampingi Dewan Pembina PII Riau, H. Aswandi, S.E., Ir. Dewan Penasehat PII Riau Ketua PII Wilayah Riau H. Irving Kahar Arifin, M.E., IPU., ASEAN Eng., Ketua PII Wilayah Riau, Ir. Ulul Azmi, S.T., M.Si., CST., IPM., ASEAN Eng., Jumat (14/8/2026).

PEKANBARU, AmiraRiau.com – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Ir. H. SF Hariyanto, M.T. dinyatakan memperoleh jenjang Insinyur Profesional Utama (IPU) setelah mengikuti wawancara calon insinyur profesional yang diselenggarakan oleh Majelis Uji Kompetensi Badan Keahlian Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Jumat (14/8/2026). 

Hasil tersebut diumumkan langsung pada akhir proses wawancara setelah Majelis Uji Kompetensi mendengarkan dan mendalami pengalaman profesional serta praktik keinsinyuran SF Hariyanto.

Berdasarkan jadwal resmi BKS PII, Ir. H. SF Hariyanto, M.T., tercatat sebagai peserta dari Pemerintah Daerah Provinsi Riau dengan jadwal wawancara pada pukul 08.30 WIB.

Kegiatan wawancara dilaksanakan secara daring melalui video conference sebagai bagian dari proses calon Insinyur Profesional di lingkungan Badan Keahlian Sipil PII. Undangan wawancara tersebut diterbitkan melalui surat Nomor 070/BKS-PII/MUK/VIII/2026 tertanggal 11 Agustus 2026.

Dalam pelaksanaan wawancara tersebut, Majelis Uji Kompetensi terdiri dari Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., Wakil Ketua Umum PII; Ir. Habibie Razak, M.M., IPU., FIEAust., ASEAN Eng., Ketua Badan Keahlian Sipil PII Pusat; serta Dr. Ir. Aksan Kawanda, S.T., M.T., IPU., ACPE., ASEAN Eng., Ketua Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti.

Dalam proses tersebut, Plt. Gubernur Riau Ir. H. SF Hariyanto, M.T. turut didampingi unsur PII Riau, yakni H. Aswandi, S.E., Dewan Pembina PII Riau sekaligus Ketua Umum DPP Asosiasi Pelaksana Konstruksi Nasional (ASPEKNAS); Ir. H. Irving Kahar Arifin, M.E., IPU., ASEAN Eng., Dewan Penasehat PII Riau; serta Ir. Ulul Azmi, S.T., M.Si., CST., IPM., ASEAN Eng., Ketua Pengurus Wilayah PII Provinsi Riau.

Dalam tahapan wawancara, setiap calon insinyur profesional diwajibkan menyiapkan presentasi mengenai satu pengalaman teknis atau proyek di bidang Teknik Sipil yang memiliki arti penting dalam perjalanan karier profesionalnya. Presentasi berdurasi maksimal 15 menit serta dilengkapi gambar teknis dan dokumentasi proyek.

Pada kesempatan tersebut, SF Hariyanto, mengangkat pengalaman profesionalnya dalam pembangunan Fly Over Jalan Jenderal Sudirman–Imam Munandar di Pekanbaru. Dalam materi presentasinya, proyek tersebut tercatat dilaksanakan pada 2010–2012, dengan panjang sekitar 0,212 kilometer, dikerjakan oleh PT Istaka Karya (Persero), dan memiliki nilai proyek sekitar Rp63,79 miliar.

Proyek fly over tersebut dihadirkan sebagai salah satu pengalaman penting dalam perjalanan profesional SF Hariyanto di bidang infrastruktur. Pembangunannya ditujukan untuk menjawab persoalan kemacetan, konflik arus lalu lintas, serta peningkatan volume kendaraan pada simpang Jalan Jenderal Sudirman–Imam Munandar. Solusi teknis yang diterapkan meliputi pembangunan fly over, pemisahan arus lalu lintas, integrasi dengan jaringan jalan eksisting, serta penerapan standar keselamatan dan mutu.

Salah satu tantangan paling krusial dalam penyelesaian proyek terjadi ketika PT Istaka Karya (Persero) menghadapi proses kepailitan, sementara progres pekerjaan fly over saat itu baru mencapai sekitar 63 persen. Artinya, masih terdapat sekitar 37 persen pekerjaan yang harus diselesaikan, sedangkan waktu pelaksanaan semakin terbatas karena penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Tahun 2012 di Riau semakin dekat. Kondisi tersebut menimbulkan risiko serius terhadap keberlanjutan dan ketepatan waktu penyelesaian salah satu infrastruktur strategis pendukung penyelenggaraan PON di Riau.

Dalam situasi tersebut, SF Hariyanto yang saat itu menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau mengambil langkah koordinatif untuk memastikan pekerjaan dapat dilanjutkan dengan tetap memperhatikan aspek teknis, administratif, dan hukum. Ia melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk hakim dan kurator yang menangani proses kepailitan PT Istaka Karya, guna memperoleh jalan keluar agar sisa pekerjaan dapat tetap dilaksanakan tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku.

Melalui koordinasi, komunikasi, dan pengambilan keputusan yang cermat, persoalan tersebut dapat ditangani sehingga pekerjaan fly over dapat dilanjutkan hingga tuntas. Pengalaman menghadapi kondisi kontraktor yang berada dalam proses kepailitan di tengah tekanan target waktu tersebut menjadi salah satu contoh kemampuan SF Hariyanto dalam manajemen krisis proyek, penyelesaian masalah, koordinasi lintas pihak, serta pengambilan keputusan strategis. Penyelesaian proyek dilakukan dengan prinsip clear and clean, baik dari sisi pelaksanaan pekerjaan maupun proses administrasinya.

Dalam presentasinya, SF Hariyanto juga memaparkan perannya dalam koordinasi perencanaan, pengendalian pelaksanaan, evaluasi mutu, waktu dan biaya, serta pengambilan keputusan teknik. Pengalaman tersebut menggambarkan penerapan kompetensi teknis, manajemen proyek, komunikasi dan kolaborasi, serta etika dan profesionalisme dalam pelaksanaan pekerjaan keinsinyuran.

Perjalanan karier SF Hariyanto sendiri telah berlangsung lebih dari tiga dekade. Ia mengawali pengabdian sebagai pegawai honorer Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau pada 1983–1987, kemudian diangkat menjadi PNS pada 1 November 1987 dari jenjang Golongan II. Dalam perjalanan pengabdiannya sebagai aparatur, SF Hariyanto tercatat memperoleh kenaikan pangkat luar biasa sebanyak empat kali, hingga mengakhiri masa pengabdian sebagai PNS pada Golongan IV/e. Kariernya berlanjut melalui berbagai posisi teknis dan strategis, antara lain di lingkungan Dinas PU Provinsi Riau, Kepala Bidang Bina Marga, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau, Staf Ahli Gubernur Riau Bidang Infrastruktur, Kepala Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Riau, hingga penugasan di Kementerian PUPR.

SF Hariyanto kemudian menjabat Sekretaris Daerah Provinsi Riau pada 2021–2024, dilanjutkan sebagai Penjabat (Pj.) Gubernur Riau pada 29 Februari–15 Agustus 2024. Setelah menuntaskan karier birokrasi dari jenjang awal hingga pangkat tertinggi PNS, perjalanan pengabdiannya berlanjut pada kepemimpinan daerah sebagai Wakil Gubernur Riau, dan saat ini mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Riau. Perjalanan dari tenaga honorer, PNS Golongan II, mencapai Golongan IV/e, hingga dipercaya memimpin Provinsi Riau menjadi gambaran panjang pengabdian SF Hariyanto di bidang infrastruktur dan pemerintahan.

Dalam wawancara tersebut, SF Hariyanto juga menyampaikan pesan kepada adik-adik dan generasi muda insinyur agar tidak membatasi pemahaman profesi insinyur hanya pada kemampuan merancang dan membangun. Menurutnya, proses pembangunan menuntut seorang insinyur memahami berbagai aspek keilmuan yang kompleks, termasuk aspek teknis, manajemen, hukum dan regulasi, administrasi, keuangan, keselamatan, lingkungan, sosial, serta koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Insinyur bukan hanya merancang dan membangun. Seorang insinyur harus memahami berbagai aspek keilmuan yang kompleks dalam setiap proses pembangunan. Karena itu, kepada adik-adik generasi insinyur, teruslah belajar dan belajar. Jangan pernah berhenti meningkatkan kompetensi, karena tantangan pembangunan akan terus berkembang,” pesan SF Hariyanto.

Wakil Ketua Umum PII Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., memberikan apresiasi terhadap pengalaman profesional yang dipaparkan SF Hariyanto. Menurutnya, kemampuan menyelesaikan persoalan proyek yang tidak hanya menyangkut aspek teknis, tetapi juga manajemen, administrasi, hukum, koordinasi lintas pihak, hingga pengambilan keputusan dalam situasi kritis merupakan gambaran praktik keinsinyuran yang sesungguhnya.

Prof. Agus juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Riau dalam memperkuat ekosistem profesi keinsinyuran melalui Instruksi Gubernur dan Surat Edaran Gubernur Riau terkait penerapan praktik keinsinyuran di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendorong peningkatan profesionalisme, kompetensi, kepatuhan terhadap ketentuan keinsinyuran, serta kualitas pembangunan daerah.

Ketua Badan Keahlian Sipil PII Pusat Ir. Habibie Razak, M.M., IPU., FIEAust., ASEAN Eng. turut memberikan apresiasi atas perjalanan dan pengalaman keinsinyuran SF Hariyanto. Menurutnya, paparan tersebut menunjukkan kematangan seorang insinyur dalam menghadapi persoalan nyata di lapangan, mulai dari aspek teknis dan manajemen proyek hingga kemampuan menyelesaikan persoalan administratif, hukum, serta membangun koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Pengalaman panjang tersebut dinilai mencerminkan kapasitas kepemimpinan keinsinyuran pada tingkat strategis.

Dewan Pembina PII Riau, H. Aswandi, S.E., yang juga Ketua Umum DPP Asosiasi Pelaksana Konstruksi Nasional (ASPEKNAS), turut menyampaikan apresiasi atas capaian SF Hariyanto. Menurutnya, pengalaman yang disampaikan dalam wawancara menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kepemimpinan, keberanian mengambil keputusan, kemampuan berkoordinasi, serta ketepatan menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan proyek.

“Sebagai pelaku di bidang konstruksi, kami melihat pengalaman Bapak SF Hariyanto dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan merupakan pengalaman yang sangat berharga. Ketika sebuah proyek menghadapi persoalan teknis, administrasi, hukum, bahkan kondisi kontraktor yang mengalami kepailitan, dibutuhkan seorang pemimpin yang mampu melihat persoalan secara menyeluruh dan mencari jalan keluar tanpa mengabaikan aturan. Inilah salah satu bentuk kepemimpinan keinsinyuran yang dibutuhkan dalam pembangunan,” ujar Aswandi.

Aswandi juga berharap pencapaian SF Hariyanto dapat menjadi motivasi bagi para pelaku jasa konstruksi dan generasi insinyur di Riau untuk terus meningkatkan kompetensi serta menjaga integritas dan profesionalisme. “Kami mengucapkan selamat atas pencapaian Bapak Ir. H. SF Hariyanto, M.T. pada jenjang Insinyur Profesional Utama. Semoga capaian ini semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, PII, dunia usaha jasa konstruksi, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan Riau yang berkualitas dan berkelanjutan,” katanya.

Pada akhir proses wawancara, Majelis Uji Kompetensi menyampaikan hasil penilaian dan mengumumkan secara langsung bahwa Ir. H. SF Hariyanto, M.T. dinyatakan memperoleh jenjang Insinyur Profesional Utama (IPU). Pencapaian tersebut menjadi pengakuan profesional atas perjalanan panjang, kompetensi, pengalaman, tanggung jawab, serta kontribusinya dalam praktik keinsinyuran dan pembangunan infrastruktur.

Dengan hasil tersebut, SF Hariyanto berhak menyandang jenjang profesional IPU (Insinyur Profesional Utama), jenjang Insinyur Profesional yang merefleksikan kapasitas dan pengalaman keinsinyuran pada tingkat utama. Pengumuman itu sekaligus menjadi penutup penting dari proses wawancara profesional yang diikuti SF Hariyanto bersama Majelis Uji Kompetensi Badan Keahlian Sipil PII.

Bagi Plt. Gubernur Riau Ir. H. SF Hariyanto, M.T., proses ini menjadi bagian penting dalam perjalanan profesionalnya sebagai seorang insinyur yang memiliki pengalaman panjang di bidang pekerjaan umum, pembangunan infrastruktur, manajemen pemerintahan, penganggaran, pengawasan, dan kebijakan strategis.

Keikutsertaan dalam proses Insinyur Profesional juga mencerminkan pentingnya penguatan profesionalisme dan kompetensi dalam praktik keinsinyuran, khususnya bagi para insinyur yang menjalankan tanggung jawab strategis dalam pembangunan daerah.

Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Riau, Ir. Ulul Azmi, S.T., M.Si., CST., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan apresiasi dan dukungan atas keikutsertaan Ir. H. SF Hariyanto, M.T. dalam proses tersebut.

“PII Wilayah Riau memberikan dukungan penuh kepada Bapak Ir. H. SF Hariyanto, M.T. dalam mengikuti proses Insinyur Profesional. Pengalaman beliau yang lebih dari 30 tahun, mulai dari pekerjaan teknis di bidang pekerjaan umum hingga memimpin pemerintahan Provinsi Riau, merupakan aset penting bagi dunia keinsinyuran dan dapat menjadi teladan bagi para insinyur di daerah,” ujar Ulul Azmi.

Ia berharap langkah tersebut turut menjadi inspirasi bagi para insinyur, termasuk ASN yang menjalankan praktik keinsinyuran, untuk terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta memenuhi ketentuan profesi keinsinyuran.

“Kami berharap langkah Bapak SF Hariyanto menjadi inspirasi, khususnya bagi ASN yang melaksanakan praktik keinsinyuran, untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme. Semakin banyak Insinyur Profesional di Riau, semakin kuat pula fondasi kita untuk menghadirkan pembangunan yang berkualitas, aman, berintegritas, dan berkelanjutan,” tutupnya.***

Penulis: AJD
Editor: Isman