Polsek Tambang Siaga Penuh, Karhutla Rimbo Panjang Masuk Hari Kedua

A

administrator

Jumat, 13 Februari 2026 | 00:00 WIB

Polsek Tambang Siaga Penuh, Karhutla Rimbo Panjang Masuk Hari Kedua

TAMBANG, AmiraRiau.com- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Kamis (12/2/2026), masih menyisakan asap di sejumlah titik hingga Jumat (13/2/2026). Luas lahan terdampak diperkirakan telah mencapai lebih dari 10 hektar.

Kapolsek Tambang, AKP Aulia Rahman, SH, M, menyampaikan bahwa di hari kedua pascakejadian, vegetasi yang terbakar didominasi semak belukar sehingga api cepat merambat, bahkan hingga ke lapisan bawah permukaan tanah.

“Kondisi lahan gambut tebal, sehingga memperlambat upaya pendinginan. Meski api di permukaan sudah padam, tim tetap melakukan pendinginan beberapa hari ke depan,” ujar Aulia Rahman.

Ia menambahkan, tim gabungan dari TNI, Polri, dan Manggala Agni masih disiagakan di lokasi untuk memastikan tidak ada titik api baru yang muncul.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kampar melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kampar, Adi Candra Lukita, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi di lahan milik masyarakat dengan karakteristik mineral gambut.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Satgas TRC BPBD Kampar bersama unsur TNI, Polri, Manggala Agni, dan masyarakat setempat terus melakukan penanganan di lapangan.

Upaya yang dilakukan meliputi pemadaman langsung, penyekatan api, serta pemblokiran untuk mencegah perluasan area terbakar.

Namun proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan sumber air di sekitar lokasi. Kondisi tersebut memaksa petugas bekerja ekstra dalam menyuplai air untuk proses pendinginan.

“Pemadaman dilakukan dengan dukungan satu unit mobil angkut BPBD, mesin pompa air, serta selang dan nozzle pemadam. Cuaca di lokasi terpantau berawan,” jelas Adi.

BPBD Kabupaten Kampar juga terus melakukan pemantauan intensif mengingat masih adanya potensi hotspot di sejumlah wilayah di Kabupaten Kampar.

Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena dapat menimbulkan dampak luas terhadap lingkungan, kesehatan, dan keselamatan bersama.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan. Dampaknya bisa meluas dan merugikan banyak pihak,” pungkasnya.***

Penulis: Ali Akbar