ROKAN HULU, AmiraRiau.com– Kapolda Riau, Irjen Pol. Herry Heryawan, memimpin langsung rapat mediasi terkait sengketa lahan seluas ±11.600 hektar di wilayah eks PT Torganda, Tambusai Utara. Pertemuan strategis ini digelar di Ruang Rapat Rumah Dinas Bupati Rokan Hulu, Senin (16/2/2026) siang, guna mencari titik temu antara PT Agrinas dengan Masyarakat Adat Luhak Tambusai.
Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Bupati Rohul H. Syafaruddin Poti, Brigjen TNI Agustatius Sitepu, Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra, serta para tokoh adat Luhak Tambusai.
Wakil Bupati Syafaruddin Poti memberikan apresiasi tinggi atas langkah cepat Kapolda Riau yang turun langsung ke lapangan. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu berkomitmen penuh untuk menjadi fasilitator utama demi mencegah terjadinya gesekan fisik di tengah masyarakat.

"Kami bersama-sama memitigasi persoalan di Rokan Hulu, terutama di Tambusai Utara. Komitmen kami adalah menjaga situasi tetap kondusif dan mencegah jatuhnya korban akibat sengketa lahan ini," ujar Poti.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyatakan bahwa kehadirannya bertujuan untuk memetakan akar masalah secara objektif dengan menampung masukan dari pemerintah daerah maupun tokoh adat.
"Kita bertemu hari ini untuk menerima masukan terkait konflik agraria di tanah eks PT Torganda. Kami ingin mendengar aspirasi dari tokoh masyarakat adat agar didapatkan solusi yang adil bagi semua pihak," jelas Irjen Herry.
Camat Tambusai Utara, Sunarji, memaparkan bahwa inti sengketa terletak pada perbedaan klaim. Masyarakat adat Rantau Kasai menginginkan lahan tersebut dikembalikan sepenuhnya kepada mereka sebagai tanah ulayat. Di sisi lain, PT Agrinas mengklaim hak pengelolaan atas lahan eks Torganda tersebut.
Kepala LKAM Luhak Tambusai, Tengku Saydina Mukamil bergelar Rajo Suaro, mempertegas posisi masyarakat adat dengan membawa argumen historis. Ia menjelaskan bahwa wilayah tersebut secara sejarah berada di bawah payung Kerajaan Luhak Tambusai, sehingga sengketa ini bukan sekadar masalah tata ruang, melainkan kedaulatan adat.
Meski situasi sempat tegang, Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra menjamin kondisi di wilayah Tambusai Utara saat ini tetap terkendali. Pihak kepolisian bersinergi dengan TNI dan pemerintah daerah terus melakukan pengawasan intensif di lokasi sengketa.
"Polres Rokan Hulu bersama seluruh unsur masyarakat berkomitmen menjaga keamanan. Kami pastikan situasi tetap kondusif selama proses mediasi ini berlangsung," pungkas Kapolres Emil.***
Penulis: Yus