"Juga tercatat korban luka-luka yang dilarikan ke Rumah Sakit Indonesia lebih dari 4.500 jiwa, dan kebanyakan dari mereka adalah anak-anak. Sebanyak 300 korban lainnya masih menjalani rawat inap," tuturnya.
Fikri dalam laporannya juga menyebutkan, ada 60 pasien yang sudah diizinkan pulang tetapi mereka memutuskan untuk tetap berada di Rumah Sakit Indonesia, karena mereka sudah tidak memiliki tempat tinggal.
"Karena sampai saat ini pihak zionis Israel masih terus membombardir seluruh Jalur Gaza terutama Jalur Gaza utara, sehingga banyak sekali bangunan-bangunan yang runtuh akibat serangan-serangan tersebut," ujarnya.
Fikri melanjutkan, pemerintah Palestina telah mendirikan tenda berukuran besar untuk menampung warga Palestina yang kehilangan tempat tinggal akibat serangan Israel. Ada dua tenda berukuran besar yang didirikan pemerintah Palestina di dekat Rumah Sakit Indonesia di Gaza.
Selain itu, dikutip dari kanal Youtube MER-C, dilaporkan bahwa Rumah Sakit Indonesia Gaza di bagian utara Jalur Gaza beroperasi dalam gelap selama berjam-jam sejak Jumat (10/11/2023) pagi setelah kehabisan bahan bakar.
Link berhasil disalin!
Rumah Sakit Indonesia di Gaza Kewalahan Tangani Korban Serangan Israel
I
Isman
Sabtu, 11 November 2023 | 00:00 WIB