Sambangi Pelosok Minas, Bupati Siak Afni Salat Iduladha di Kampung Mandiangin

I

Isman

Rabu, 27 Mei 2026 | 21:56 WIB

Sambangi Pelosok Minas, Bupati Siak Afni Salat Iduladha di Kampung Mandiangin
Bupati Siak Afni Zulkifli, Salat Iduladha di Lapangan Sepak Bola Kampung Mandiangin, Kecamatan Minas, Rabu (27/5/2026).

SIAK, AmiraRiau.com – Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Bupati Siak Afni Zulkifli memilih untuk turun langsung menyambangi wilayah pelosok kecamatan.

Didampingi sang suami, Triono Dul Hakim, orang nomor satu di Negeri Istana ini membaur bersama ribuan masyarakat dalam pelaksanaan Salat Iduladha di Lapangan Sepak Bola Kampung Mandiangin, Kecamatan Minas, Rabu (27/5/2026).

Kehadiran jajaran kepala daerah ini mencetak sejarah tersendiri bagi masyarakat Kampung Mandiangin. Momentum ini menjadi kali pertama seorang Bupati Siak hadir dan menunaikan ibadah Salat Id secara langsung di wilayah administrasi pinggiran tersebut, sehingga mengundang antusiasme masif warga yang tumpah ruah memadati area lapangan.

Dalam sambutannya di hadapan jemaah, Bupati Afni Zulkifli menegaskan bahwa keputusan untuk merayakan Iduladha di kawasan rural merupakan wujud komitmennya untuk memastikan kehadiran negara di setiap jengkal wilayah Kabupaten Siak, tanpa memandang jarak dari pusat ibu kota.

Sebagai wujud nyata kepedulian sosial, Bupati Afni beserta suami menyerahkan bantuan satu ekor sapi kurban untuk disembelih dan didistribusikan langsung kepada warga Kampung Mandiangin. Sementara paket bantuan hewan kurban lainnya disalurkan secara berkala di pusat Kabupaten Siak.

Pemerintah Kabupaten Siak mencatat lonjakan tren partisipasi masyarakat dalam ibadah kurban tahun ini. Total hewan kurban se-Kabupaten Siak pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah menyentuh angka 3.072 ekor yang didistribusikan secara proporsional ke 14 kecamatan.

Bupati Afni memaparkan bahwa pemenuhan kuota komoditas hewan kurban ini didominasi oleh keberhasilan performa peternak lokal. Hal ini menunjukkan indikator positif pada sektor ketahanan pangan dan kemandirian peternakan daerah.

Secara filosofis, Bupati Afni menegaskan bahwa esensi utama dari ibadah kurban melintasi sejarah Nabi Ibrahim AS adalah kepatuhan total kepada sang pencipta yang diwujudkan melalui transformasi sosial di tingkat akar rumput. Melalui distribusi daging kurban yang merata, pemerintah daerah berharap ikatan kekeluargaan dan stabilitas sosial masyarakat dapat terus terjaga kokoh.***

Editor: Isman

Sumber: MC_Siak