Sarat Makna dan Budaya, Bupati Anton Pimpin Tradisi Potang Bolimau Perdana di Tepian Batang Lubuh

A

administrator

Kamis, 19 Februari 2026 | 00:00 WIB

Sarat Makna dan Budaya, Bupati Anton Pimpin Tradisi Potang Bolimau Perdana di Tepian Batang Lubuh

PASIR PENGARAIAN, AmiraRiau.com – Ratusan masyarakat tumpah ruah di kawasan Pujasera Batang Lubuh untuk mengikuti tradisi adat Potang Bolimau, Selasa (17/2/2026). Perhelatan menyambut Ramadhan 1447 Hijriah ini menjadi sangat istimewa karena merupakan momen perdana di masa kepemimpinan Bupati Rokan Hulu, Anton, S.T., MM, dan Wakil Bupati H. Syafaruddin Poti, S.H., MM.

Bekerja sama dengan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Rokan Hulu, kegiatan ini dimulai dengan salat Ashar berjamaah, pemberian santunan anak yatim, hingga prosesi arak-arakan budaya yang meriah namun khidmat.

Dalam sambutannya, Bupati Anton menegaskan bahwa Potang Bolimau bukan sekadar ritual mandi biasa, melainkan simbol pensucian lahir dan batin untuk menyiapkan hati memasuki bulan suci.

"Tradisi ini adalah jati diri daerah kita. Selain membersihkan diri, momen ini adalah penguat ukhuwah dan keharmonisan masyarakat di Negeri Seribu Suluk," ujar Bupati yang akrab disapa Bang Anton tersebut.

Di hadapan datuk-datuk adat dan masyarakat, Bupati Anton juga menyampaikan refleksi yang jujur mengenai pembangunan daerah. Beliau mengakui keterbatasan fiskal APBD membuat beberapa aspirasi warga belum sepenuhnya terpenuhi.

"Dalam suasana yang suci ini, saya sampaikan mohon maaf kepada seluruh masyarakat Rohul. Namun yakinlah, ikhtiar kami tidak akan berhenti untuk menguatkan potensi daerah dan mendorong kemitraan demi kemajuan kita bersama," imbuhnya dengan nada tulus.

Ketua MKA LAMR Rohul, Datuk Seri Drs. H. Yusmar, M.Si (Gelar Sutan Sulembang Rokan), menambahkan bahwa Potang Bolimau adalah wadah rekonsiliasi sosial. 

"Ini adalah tempat kita berbaur, saling memaafkan, dan memulai Ramadhan dengan semangat kebersamaan," ujarnya.

Puncak acara ditandai dengan Bolimau Adat, di mana Bupati dan rombongan secara simbolis melakukan prosesi pembersihan diri menggunakan air limau, sebagai wujud syukur dan pelestarian kearifan lokal yang telah dijaga turun-temurun.

Turut hadir dalam acara ini, Sekda Rohul M. Zaki, Ketua DPRD Hj. Sumiartini, Ketua TP PKK dr. Yeni Dwi Putri, serta para Raja dari Lima Luhak dan tokoh masyarakat lainnya.***

Penulis: Yus