"Supaya arus dan barang menuju siak cepat dan mudah. Selain itu transformasi berjalan dengan lancar" tuturnya.
Hal tersebut disambut antusiasme sorakan dan tepuk tangan dari masyarakat Perawang.
Dalam sambutannya, UAS mengajak masyarakat Perawang untuk memilih Wahid sebagai gubernur. Ia juga melontarkan guyonan mengenai spanduk calon gubernur urut satu yang terpampang wajahnya.
"Iyalah bakal menang, fotonya bertiga," guraunya sambil tertawa.
UAS menjelaskan alasan wajahnya terpampang di spanduk tersebut, mengingat latar belakang Wahid yang merupakan seorang santri. "Dalam sejarah, baru kali ini ada cagub yang berlatar belakang santri," tuturnya.
Lanjutnya, dengan naiknya Wahid dan SF Hariyanto, bisa mensejahterakan santri dan menyetarakan pendidikan agama dan umum.
Ustadz Abdul Somad juga sempat menyinggung badai di tualang yang sempat terjadi sore sebelum acara.
"Badai tadi sore pasti di goreng orang, 'ini tanda-tanda tuhan tak ridha', padahal orang tualang tak peduli badai, hatinya terikat dengan kami untuk meramaikan acara ini, tumpah ruah yang hadir" seloroh UAS
Berdasarkan pantauan, Ribuan masyarakat Tualang tumpah ruah menyambut kedatangan UAS dan Abdul Wahid dengan penuh antusias, meskipun cuaca sempat hujan dan jalan sedikit licin.***
"Supaya arus dan barang menuju siak cepat dan mudah. Selain itu transformasi berjalan dengan lancar" tuturnya.
Hal tersebut disambut antusiasme sorakan dan tepuk tangan dari masyarakat Perawang.
Dalam sambutannya, UAS mengajak masyarakat Perawang untuk memilih Wahid sebagai gubernur. Ia juga melontarkan guyonan mengenai spanduk calon gubernur urut satu yang terpampang wajahnya.
"Iyalah bakal menang, fotonya bertiga," guraunya sambil tertawa.
UAS menjelaskan alasan wajahnya terpampang di spanduk tersebut, mengingat latar belakang Wahid yang merupakan seorang santri. "Dalam sejarah, baru kali ini ada cagub yang berlatar belakang santri," tuturnya.
Lanjutnya, dengan naiknya Wahid dan SF Hariyanto, bisa mensejahterakan santri dan menyetarakan pendidikan agama dan umum.
Ustadz Abdul Somad juga sempat menyinggung badai di tualang yang sempat terjadi sore sebelum acara.
"Badai tadi sore pasti di goreng orang, 'ini tanda-tanda tuhan tak ridha', padahal orang tualang tak peduli badai, hatinya terikat dengan kami untuk meramaikan acara ini, tumpah ruah yang hadir" seloroh UAS
Berdasarkan pantauan, Ribuan masyarakat Tualang tumpah ruah menyambut kedatangan UAS dan Abdul Wahid dengan penuh antusias, meskipun cuaca sempat hujan dan jalan sedikit licin.***