Kemenhub RI: Lebih Separuh Penduduk Indonesia Mudik Lebaran 2026, Paling Banyak ke Daerah ini

A

administrator

Jumat, 27 Februari 2026 | 00:00 WIB

Kemenhub RI: Lebih Separuh Penduduk Indonesia Mudik Lebaran 2026, Paling Banyak ke Daerah ini

JAKARTA, AmiraRiau.com - Kementerian Perhubungan RI memprediksi lebih dari separuh penduduk Indonesia akan melakukan perjalanan mudik Lebaran Idul Fitri 2026.

Data Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menunjukkan potensi pergerakan mencapai 143,91 juta orang atau sekitar 50,60 persen dari total populasi. Angka tersebut merupakan hasil survei nasional yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Transportasi.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan besarnya potensi mobilitas ini menjadi dasar pemerintah untuk menyiapkan sistem angkutan Lebaran secara lebih menyeluruh.

“Hal inilah yang menjadi dasar kita bersama untuk tetap menyiapkan Angkutan Lebaran 2026 secara komprehensif,” kata Dudy dalam keterangan resmi, Rabu (25/2/2026).

Dari sisi daerah asal, pergerakan terbesar diprediksi berasal dari Jawa Barat sebanyak 30,97 juta orang, diikuti DKI Jakarta sekitar 19,93 juta orang dan Jawa Timur sebesar 17,12 juta orang. Sementara itu, tujuan perjalanan paling dominan adalah Jawa Tengah yang diperkirakan menerima 38,71 juta pemudik.

Mobil pribadi masih menjadi moda transportasi yang paling banyak dipilih dengan perkiraan pengguna mencapai 76,24 juta orang. Sepeda motor diprediksi digunakan oleh 24,08 juta orang, sedangkan bus sekitar 23,34 juta penumpang.

Pemerintah menilai dominasi kendaraan pribadi berpotensi meningkatkan kemacetan sekaligus risiko kecelakaan selama arus mudik.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan transportasi umum, guna meningkatkan keselamatan, mengurangi kemacetan, serta menekan risiko kecelakaan karena mobilitas tinggi selama Lebaran,” ujar Dudy.

Sejumlah simpul transportasi diperkirakan menjadi titik paling padat. Untuk moda kereta api, stasiun keberangkatan tersibuk diprediksi terjadi di Stasiun Pasar Senen dengan 2,38 juta penumpang, sedangkan tujuan terpadat adalah Stasiun Yogyakarta Tugu.

Di sektor penerbangan, pergerakan terbesar diperkirakan terjadi di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Untuk transportasi darat, Terminal Pulo Gebang menjadi terminal keberangkatan terpadat, sementara Terminal Tirtonadi diperkirakan menjadi tujuan utama.

Adapun di sektor laut, Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Tanjung Perak diprediksi menjadi pelabuhan tersibuk. Sementara lintasan penyeberangan terpadat diperkirakan terjadi pada rute Merak–Bakauheni dengan pergerakan lebih dari enam juta orang.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pemerintah menyiapkan berbagai sarana transportasi, mulai dari puluhan ribu bus, ratusan kapal laut, ratusan pesawat, hingga ribuan rangkaian kereta api.

Selain kesiapan infrastruktur, pemerintah juga kembali memberikan sejumlah insentif perjalanan seperti diskon tiket kapal laut, kereta api, hingga pesawat. Program mudik gratis pun kembali digelar dengan berbagai moda transportasi guna menekan penggunaan kendaraan pribadi dan mengurangi kepadatan lalu lintas.

Pemerintah juga menyiapkan pengaturan lalu lintas melalui surat keputusan bersama dengan kepolisian dan kementerian terkait, termasuk pembatasan operasional truk bersumbu tiga atau lebih selama periode mudik.

Menurut Dudy, keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun ini.

“Bersama ini kami juga mengimbau kepada seluruh pihak, agar kendaraan angkutan barang yang beroperasi tidak menggunakan kendaraan lebih muatan dan lebih dimensi, untuk menjaga keselamatan bersama,” katanya.***