PEKANBARU, AmiraRiau.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menegaskan bahwa Riau memiliki potensi luar biasa untuk menjadi pusat pertahanan pangan nasional melalui integrasi perkebunan dan peternakan. Dari total 16,8 juta hektare lahan sawit di Indonesia, sebanyak 3.494.583 hektare atau sekitar 20,75 persen berada di Provinsi Riau.
Potensi lahan yang masif ini dinilai menjadi solusi atas ketimpangan laju pertumbuhan penduduk Riau (3,79% per tahun) dengan pertumbuhan populasi sapi potong yang hanya berada di angka 0,22%.
Menurut Syahrial, peningkatan jumlah penduduk secara otomatis memicu kenaikan permintaan produk peternakan, terutama daging sapi. Kondisi ini harus ditangkap sebagai peluang usaha oleh para pelaku ekonomi di daerah.
"Peningkatan konsumsi ini merupakan peluang besar bagi pelaku usaha. Untuk memenuhi kebutuhan demand ke depan, kita butuh peningkatan produksi dan produktivitas per satuan ternak melalui kolaborasi antar-subsektor," ujar Syahrial Abdi, Rabu (8/4/2026).
Salah satu model yang paling menjanjikan menurut Sekda Riau adalah Sistem Integrasi Sapi-Kelapa Sawit (SISKA). Pendekatan ini memungkinkan pemanfaatan lahan di bawah tegakan kelapa sawit untuk budidaya ternak, sehingga tercipta efisiensi lahan yang luar biasa.
Integrasi ini menawarkan beragam keuntungan strategis, yaitu memanfaatkan lahan perkebunan untuk pakan ternak, diversifikasi ekonomi bagi pelaku usaha perkebunan dan membuka lapangan kerja dan mendukung swasembada daging daerah.
"Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian yang lebih luas dan berkelanjutan," pungkasnya. (***)