10.405 Peserta Mulai Pelatihan Vokasi Nasional Batch I

I

Isman

Kamis, 09 April 2026 | 18:43 WIB

10.405 Peserta Mulai Pelatihan Vokasi Nasional Batch I
Kemnaker resmi memulai (kick-off) Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch I Tahun 2026.

BEKASI, AmiraRiau.com — Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi memulai (kick-off) Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch I Tahun 2026. Program strategis ini diikuti oleh lebih dari 10 ribu peserta lulusan SMA dan SMK sederajat secara serentak di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kesiapan memasuki dunia kerja.

Peluncuran program dipusatkan di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Rabu (8/4/2026). Acara dibuka langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, didampingi Wamenaker Afriansyah Noor, Dirjen Binalavotas Darmawansyah, dan Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe.

Menaker Yassierli menegaskan bahwa sepanjang tahun 2026, pemerintah menargetkan total 70.000 peserta yang seluruh biayanya ditanggung oleh APBN.

"Untuk Batch I, antusiasme masyarakat sangat tinggi dengan 29.850 pendaftar melalui platform Skillhub. Sebanyak 10.405 peserta dinyatakan lolos seleksi dan jalur afirmasi industri," ujar Menaker Yassierli.

Peserta Batch I ini tersebar di 21 Balai Latihan Kerja (BLK) pusat, 13 satuan pelatihan Binalavotas, serta 46 BLK UPTD di daerah. Yassierli menekankan bahwa program ini dirancang sangat inklusif, termasuk memberikan akses luas bagi penyandang disabilitas.

Salah satu capaian konkret tahun ini adalah penguatan link and match. Terbukti, sekitar 50 persen peserta pada batch pertama telah memiliki komitmen penempatan kerja (job placement) setelah menyelesaikan pelatihan.

Untuk menjamin fokus peserta, Kemnaker menyediakan berbagai fasilitas gratis, antara lain pelatihan dan konsumsi (makan siang), bantuan transportasi dan fasilitas asrama (untuk program tertentu), perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), serta Sertifikat Kompetensi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

"Dukungan ini penting agar peserta dapat mengasah kompetensi tanpa terbebani biaya dasar selama proses belajar," imbuh Yassierli.

Dirjen Binalavotas, Darmawansyah, menambahkan bahwa seluruh proses pendaftaran hingga seleksi dilakukan secara transparan melalui platform Skillhub. Hal ini bertujuan menjembatani kesenjangan antara kebutuhan industri dan ketersediaan angkatan kerja Indonesia secara non-diskriminatif.

Dengan pendekatan yang terintegrasi, PVN 2026 diharapkan mampu menekan angka pengangguran sekaligus memperkuat daya saing SDM Indonesia di kancah global.***

Editor: Isman

Sumber: Biro Humas Kemnaker