BEM SI Riau Kecam Korupsi Gubri, Sebut Degradasi Empati di Tengah Defisit

A

administrator

Kamis, 06 November 2025 | 00:00 WIB

BEM SI Riau Kecam Korupsi Gubri, Sebut Degradasi Empati di Tengah Defisit

PEKANBARU, AmiraRiau.com- Koordinator Daerah (KORDA) Riau Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Azmi Zandri, menyatakan keprihatinan mendalam atas Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Gubernur Riau oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK memulai tindakannya dengan mendatangi Provinsi Riau pada 3 November 2025 dan mengamankan 10 orang untuk pemeriksaan intensif.

Pada 5 November 2025, KPK melakukan konferensi pers dan menetapkan tiga tersangka utama, yaitu AW (Gubernur Riau), MAS (Kepala Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau), dan DMN (Tenaga Ahli Gubernur).

Mereka diduga terlibat pemerasan terkait pengaturan proyek peningkatan jalan dan jembatan, dengan nilai fee mencapai 5% dari total anggaran proyek.

Azmi Zandri, yang juga Presiden Mahasiswa STIE Riau, menyayangkan bahwa Riau kembali didera kabar tak sedap di saat kondisi defisit anggaran dan masyarakat berjuang menghadapi inflasi. Kasus ini, yang seakan mengulang cerita lama dengan tersandungnya tiga pejabat utama Riau, dinilai Azmi sebagai tragedi.

"Korupsi yang dilakukan di tengah defisit anggaran menandakan degradasi empati pemimpin terhadap masyarakat, yang mana masih terdapat keterbatasan gerak pembangunan, program, dan persoalan lainnya di Riau yang harus digesah penyelesaiannya," ujarnya.

Kasus ini juga menjadi "alarm besar" bagi Riau, mengingat beberapa bulan sebelumnya Riau menempati posisi pertama survei tingkat korupsi se-Sumatera.

BEM SI Riau menegaskan komitmennya menjunjung tinggi prinsip supremasi hukum.

Azmi berharap proses hukum berjalan secara adil dan transparan tanpa intervensi dari pihak manapun.

Kasus ini, katanya, adalah alarm pengingat dan tamparan bagi seluruh pejabat pemerintah Riau untuk segera berbenah demi menjaga tuah dan merawat marwah Provinsi Riau.***

Penulis: Yd