BENGKULU, AmiraRiau.com – Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan GEMPAR (Gerakan Membersihkan Pantai Ramai-Ramai) dan GEMPITA (Gerakan Membersihkan serta Merapikan Kota). Aksi ini dipusatkan di kawasan Pantai Zakat, Kota Bengkulu, Senin (30/3/2026) pagi.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kapolda Bengkulu, Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si., dengan melibatkan unsur Forkopimda, komunitas ojek online (ojol), buruh, hingga mahasiswa se-Provinsi Bengkulu.
Gerakan ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Presiden RI Prabowo Subianto dalam mendukung visi Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Irjen Pol. Mardiyono menjelaskan bahwa inisiatif yang telah dimulai sejak April 2025 ini kini bertransformasi menjadi GEMPAR GEMPITA ASRI.
"Fokus utama kami saat ini adalah kawasan Pantai Panjang dan Pantai Zakat. Ini adalah langkah konkret untuk membersihkan sampah pasca-libur panjang Idul Fitri 1447 H, sekaligus memperkuat komitmen menjaga kebersihan lingkungan secara menyeluruh," tegas Kapolda.
Keunikan aksi kali ini terletak pada jangkauannya yang luas. Pelaksanaan dilakukan secara serentak di 38 titik yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti kuatnya sinergi antara Polri, Pemerintah Daerah, dan elemen masyarakat dalam menciptakan citra Bengkulu yang tertib dan nyaman.
Selain pembersihan fisik, kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran kolektif bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas instansi tertentu.
Dengan keterlibatan aktif mahasiswa dan berbagai komunitas, Polda Bengkulu berharap tercipta budaya baru dalam merawat lingkungan. Melalui GEMPAR GEMPITA ASRI, diharapkan Pantai Zakat dan seluruh sudut kota di Bengkulu dapat bertransformasi menjadi ruang publik yang sehat dan asri bagi wisatawan maupun warga lokal.***
Penulis: DL