ASAHAN, AmiraRiau.com – Pemerintah Kabupaten Asahan secara resmi memulai langkah besar dalam transformasi pendidikan digital. Wakil Bupati Asahan, Rianto, SH., M.A.P., membuka secara resmi Seminar EduDay 2026 yang berlangsung khidmat di Ballroom Antariksa Hotel Kisaran, Sabtu (4/4/2026).
Mengusung tema “Empowering Future Thinkers: AI and Coding into Deep Classroom – Deep Learning in Action”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi ratusan tenaga pendidik tingkat TK, SD, hingga SMP se-Kabupaten Asahan untuk merumuskan ulang metode pengajaran di era kecerdasan buatan.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan menegaskan bahwa EduDay 2026 merupakan implementasi dari amanat UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antar-pemangku kepentingan serta mendorong praktik baik (best practice) dalam inovasi kelas.
Perwakilan dari Penerbit Erlangga, sebagai mitra strategis, turut menyoroti pergeseran paradigma belajar.
"Pembelajaran kini tidak lagi cukup hanya dengan hafalan. Siswa harus didorong untuk berpikir kritis dan reflektif. Kemampuan coding serta pemanfaatan AI kini telah menjadi keterampilan dasar (basic skill) yang setara dengan literasi konvensional," jelasnya.
Wakil Bupati Rianto dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme para peserta. Ia menilai investasi di bidang pendidikan adalah investasi jangka panjang yang paling berharga bagi daerah.
"Dunia pendidikan dituntut adaptif. Inovasi dari guru dan kepala sekolah adalah mesin utama peningkatan kualitas SDM kita. Kami tidak ingin generasi Asahan tertinggal dalam penguasaan teknologi seperti AI," tegas Rianto.
Wakil Bupati Rianto juga memaparkan sejumlah program strategis yang tengah digarap Pemkab Asahan, antara lain pengembangan Sekolah Unggulan di berbagai wilayah, persiapan kehadiran MAN Insan Cendekia sebagai pusat prestasi dan program Sekolah Garuda untuk penguatan karakter dan kompetensi.
Seminar ini tidak hanya membahas teknologi secara teknis, tetapi juga menekankan pendekatan Deep Learning. Metode ini mengajak guru untuk memikirkan kembali cara penilaian (assessment) dan keterlibatan siswa di kelas agar materi dapat dipahami secara substansial, bukan sekadar permukaan.
Acara ditutup dengan penyerahan plakat penghargaan dan sesi foto bersama. Melalui EduDay 2026, diharapkan muncul ekosistem pendidikan di Asahan yang lebih inovatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global.***
Penulis: Heru