BENGKULU SELATAN, AmiraRiau.com- Kebangkitan dan masa depan sepak bola Indonesia tidak selalu berawal dari megahnya stadion perkotaan. Di pelosok negeri, semangat pembinaan usia dini justru menyala dari lapangan desa. Hal ini dibuktikan melalui kesiapan Desa Anggut, Kabupaten Bengkulu Selatan, yang bersiap mengukir sejarah baru dalam dunia pembinaan olahraga grassroot.
Pada tanggal 25–26 Juli 2026 mendatang, Lapangan Desa Anggut bakal menjadi saksi bisu digelarnya Turnamen Grassroot sekaligus Peresmian Sekolah Sepak Bola (SSB) SBN. Ajang ini hadir bukan sekadar kompetisi perebutan piala, melainkan bentuk investasi strategis jangka panjang untuk membangun fondasi sumber daya manusia (SDM) dan karakter pesepak bola sejak usia dini.
Di tengah tantangan pembinaan sepak bola usia muda yang belum merata di berbagai pelosok daerah, kehadiran SSB SBN membawa angin segar. Filosofi yang diusung sangat jelas: atlet hebat tidak lahir secara instan, melainkan ditempa melalui kedisiplinan, kompetisi yang sehat, serta penguatan karakter yang kokoh.
Langkah konkret pembinaan di Bengkulu Selatan ini mendapat sokongan penuh dari Ketua DPD RI, Sutan Baktiar Najamudin, yang juga bertindak sebagai Pembina SSB SBN. Beliau menegaskan bahwa pembinaan olahraga dari akar rumput (grassroots) merupakan investasi SDM yang sangat krusial bagi bangsa.
Dukungan figur nasional ini membakar semangat panitia, tim pelatih, orang tua, hingga perangkat desa untuk menghadirkan iklim kompetisi yang aman, edukatif, dan profesional bagi anak-anak di Bengkulu Selatan.
Ketua Panitia Pelaksana, Wipran, mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian persiapan teknis penyelenggaraan telah memasuki tahap akhir. Sebanyak 14 tim SSB se-Kabupaten Bengkulu Selatan telah menyatakan kesiapan penuh untuk berpartisipasi dan bersaing secara sportif.
Pihak panitia memastikan seluruh sarana penunjang telah disiapkan secara matang guna menjaga kualitas turnamen, termasuk penataan rumput dan garis Lapangan Desa Anggut sesuai standar pertandingan usia dini.
Selanjutnya, pengawasan penuh oleh perangkat wasit yang menjunjung tinggi azas fair play, serta pengamanan ketat dan mitigasi keselamatan untuk menciptakan atmosfer kompetisi yang ramah anak dan keluarga.
Melalui peresmian SSB SBN dan gelaran turnamen grassroot ini, Bengkulu Selatan ingin memutus stigma minimnya wadah kompetisi bagi talenta muda di daerah. Kehadiran sekolah sepak bola ini diharapkan melahirkan pemain yang tidak hanya mahir secara teknis dan taktis, tetapi juga memiliki integritas, jiwa kepemimpinan, dan rasa cinta tanah air.
Dari rumput hijau Desa Anggut pada 25–26 Juli 2026 nanti, sebuah pesan optimistis dikirimkan ke panggung nasional, bahwa calon penggawa Tim Nasional yang kelak membawa lambang Garuda di dada bisa lahir dari mana saja, termasuk dari desa kecil di Bengkulu Selatan.***
Penulis: DL