Dua Lokasi Karhutla Inhu Padam

I

Isman

Selasa, 30 Juni 2026 | 13:16 WIB

Dua Lokasi Karhutla Inhu Padam

PEKANBARU, AmiraRiau.com- Setelah tiga hari berturut-turut dikepung kobaran api, titik kebakaran di Kelurahan Sekip Hilir dan Desa Sungai Raya, Kecamatan Rengat, Inhu, dilaporkan semakin terkendali dan memasuki fase pembersihan sisa bara.

Intervensi masif yang dilancarkan oleh tim satgas gabungan berhasil memutus jalur perambatan api di sepanjang batas luar area terdampak. Kondisi ini menurunkan status risiko dari fase pemadaman intensif bergeser ke skenario pengamanan wilayah ekologi terisolasi.

"Perkembangan di lapangan menunjukkan indikator yang sangat menggembirakan. Melalui koordinasi operasional terpadu, kepulan asap tebal yang sempat membumbung tinggi sejak awal pekan kini berhasil ditekan hingga tersisa kepulan tipis di beberapa ujung titik koordinat. Kami optimistis sisa penanganan di lokasi utama dapat tuntas dalam waktu dekat," jelas Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan Lahan (PPIKHL) / Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto.

Manajemen taktis pemadaman dipecah ke dalam dua klaster wilayah guna memaksimalkan fungsi pergerakan personel darat dan efektivitas logistik air.

Capaian teknis pada masing-masing klaster terpantau tim berhasil mereduksi fluktuasi titik api yang sempat membesar akibat embusan angin kencang. Fokus operasi kini menyasar sisa kepulan asap di bagian terluar vegetasi lahan gambut.

Seluruh perimeter batas luar area yang terbakar telah terkunci total. Status penanganan resmi ditingkatkan ke tahap mopping up (pendinginan menyeluruh) guna mengeliminasi bara api di bawah permukaan tanah yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Ferdian menegaskan bahwa keberhasilan penahanan laju api ini merupakan output dari soliditas korps Manggala Agni bersama BPBD, TNI, Polri, serta Regu Pemadam Kebakaran (RPK) korporasi swasta yang beroperasi di wilayah terdampak.

Akselerasi pemadaman juga diperkuat oleh dukungan dua unit helikopter water bombing milik Satgas Udara yang melakukan pengeboman air secara presisi pada kantong-kantong api yang terisolasi dan sulit dijangkau moda transportasi darat.

Meski situasi berangsur normal, Manggala Agni memastikan tidak akan menurunkan status kewaspadaan. Patroli pengawasan udara dan darat tetap disiagakan secara penuh untuk mengantisipasi anomali cuaca kering, dibarengi dengan edukasi persuasif kepada masyarakat agar mutlak menghentikan praktik pembukaan lahan pertanian dengan metode pembakaran.***

Editor: Isman

Sumber: MC Riau