BENGKULU, AmiraRiau.com – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Bengkulu sukses menggelar Kongres Tahunan 2025 yang dihadiri oleh seluruh pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) se-Provinsi Bengkulu. Agenda yang berlangsung di Aula Hotel Wilo, Sabtu (20/12/2025) ini menjadi titik balik transformasi tata kelola sepak bola di Bumi Rafflesia.
Ketua Asprov PSSI Bengkulu, AKBP Harry Irawan, menegaskan bahwa kongres kali ini merupakan forum strategis untuk menyelaraskan program daerah dengan regulasi pusat, terutama implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Tahun 2024.
Salah satu poin paling krusial dalam pertemuan ini adalah sosialisasi Statuta PSSI Edisi 2025. Berdasarkan aturan terbaru, mekanisme pemilihan Ketua Asprov dan Askab mengalami perubahan signifikan.
“Pemilihan tidak lagi dilakukan melalui kongres, melainkan penunjukan langsung oleh Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kriteria kelayakan dan komitmen terhadap kemajuan sepak bola,” jelas AKBP Harry.
Sistem penunjukan langsung ini berlaku untuk posisi Ketua dan Wakil Ketua, sementara susunan kepengurusan lainnya dibentuk secara mandiri dengan syarat mampu menjalin kolaborasi erat dengan pemerintah daerah.
Sejalan dengan Inpres Tahun 2024, AKBP Harry meminta seluruh pengurus Askab untuk lebih proaktif menjalin sinergi dengan Bupati, Walikota, serta DPRD. Peluang pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kini terbuka lebar bagi pengembangan sepak bola di daerah.
“Askab harus mampu membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah. Dukungan APBD harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menghidupkan kembali kompetisi dan pembinaan usia dini di masing-masing kabupaten/kota,” ungkapnya.
Asprov PSSI Bengkulu tidak memberikan cek kosong bagi pengurus daerah. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Askab akan dilakukan dalam jangka waktu 6 bulan ke depan.
Evaluasi ini bertujuan untuk menilai perkembangan kompetisi lokal di tingkat daerah, melihat sejauh mana sinergi Askab dengan pemerintah daerah setempat, menjadi bahan pertimbangan keberlanjutan kepengurusan.
AKBP Harry berharap perubahan sistem ini dapat menghilangkan dinamika politik praktis di dalam organisasi dan fokus sepenuhnya pada prestasi sepak bola Bengkulu.***
Penulis: Erlan S