PEKANBARU, AmiraRiau.com - Kasus yang menimpa pekerja jaringan internet di Pekanbaru Muhammad Fathier Risky (20) yang tersengat listrik sehingga mengalami luka bakar parah hingga hampir 50 persen akhirnya mendapat perhatian serius pihak perusahaan PT Audy Teknologi Indonesia dimana tempat korban bekerja. Dimana sebelumnya kasus ini sempat menjadi perhatian publik dan viral dimedia sosial
Menurut Manager Regional Riau PT Audy Teknologi Indonesia, Uwes Syukurni, Selasa (11/11/2025). pihaknya sudah menemui langsung orang tua korban, Ruri Ria Sari dan membesuk korban Muhammad Fathier Risky (20) yang merupakan karyawannya di rumah sakit Prima Pekanbaru.
Dalam kunjungan itu, Uwes menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan bahwa perusahaan akan bertanggung jawab penuh atas seluruh biaya pengobatan Fathier hingga sembuh total. Tak hanya itu, perusahaan juga menjamin selama dalam proses pengobatan gaji korban tetap jalan.
“Pertama, kami memohon maaf atas kejadian ini. Ke depan akan kami perbaiki. Memang sempat terjadi miskomunikasi karena admin kantor di Pekanbaru tidak merespons chat dan telepon dari pihak keluarga selama empat hari, mungkin hal inilah yang menimbulkan kekuatiran pihak keluarga,” ujar Uwes di hadapan Wartawan.
Ia memastikan seluruh tunggakan biaya rumah sakit telah dilunasi hingga saat ini total sudah Rp 57 juta dibayarkan. bahkan setelah sembuh, korban juga akan tetap bekerja di perusahaan tersebut.
“Perusahaan bertanggung jawab penuh. Saya akan berada di Pekanbaru selama tiga hari untuk memastikan semua urusan selesai,” tegasnya.
Atas pertanggung jawaban ini, Ibu korban, Ruri Ria Sari, mengaku lega setelah manajemen datang dan berjanji menanggung penuh biaya perawatan anaknya. Sebelumnya sempat kuatir karena pihak perusahaan tak bisa dihubungi, sementara tagihan pengobatan rumah sakit sudah mencapai puluhan juta rupiah.
“Kami senang karena akhirnya ada kejelasan. Kami berharap janji perusahaan benar-benar ditepati sampai anak saya sembuh. Luka bakarnya berat dan berpotensi cacat permanen, jadi butuh waktu dan biaya besar,” ujarnya berharap.
Dimana sebelumnya kasus ini sempat menjadi perhatian publik dan viral dimedia sosial, salah seorang pekerja jaringan internet di Pekanbaru Muhammad Fathier Risky (20), karyawan PT Audy Teknologi Indonesia, vendor resmi My Republic tersengat arus listrik bertegangan tinggi saat menarik kabel jaringan internet di Jalan Siak II, Selasa (28/10/2025).
Akibat insiden tersebut, hampir 50 persen tubuh Fathier mengalami luka bakar serius kini hanya bisa terbaring lemah di ruang perawatan RS Prima Pekanbaru. Hampir seluruh tubuhnya dibalut perban tebal akibat luka bakar berat yang dialaminya setelah tersengat listrik saat memasang kabel internet.***