Imbas Anggaran Terbatas, KONI Bengkulu Selatan Coret Cabor tak Berprestasi di PORPROV X 2026

I

Isman

Rabu, 30 September 2026 | 14:10 WIB

Imbas Anggaran Terbatas, KONI Bengkulu Selatan Coret Cabor tak Berprestasi di PORPROV X 2026
Rapat pemantapan persiapan KONI Bengkulu Selatan yang digelar pada Rabu (30/9/2026).

MANNA, AmiraRiau.com- Keterbatasan anggaran memaksa Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bengkulu Selatan mengubah strategi besar dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) X Bengkulu 2026.

Alih-alih memberangkatkan kontingen dalam jumlah besar, KONI memutuskan untuk menerapkan strategi "kontingen minimalis". Anggaran yang tersedia akan dipusatkan secara efisien hanya kepada cabang olahraga (cabor) dan atlet yang terbukti memiliki rekam jejak prestasi nyata.

Langkah efisiensi tersebut mengemuka dalam rapat pemantapan persiapan KONI Bengkulu Selatan yang digelar pada Rabu (30/9/2026).

Mewakili Ketua KONI Bengkulu Selatan Sujiantri, Wakil Ketua Susga Anwar menegaskan bahwa rasionalisasi dana menjadi pertimbangan utama dalam menentukan komposisi kontingen yang akan berlaga pada 1–5 Desember 2026 mendatang.

“Kita akan kirim kontingen PORPROV minimalis karena keterbatasan dana. Kita fokus mengirimkan cabor-cabor yang dinilai benar-benar berprestasi dan siap menyumbang medali,” tegas Susga Anwar usai rapat persiapan, Rabu (30/9/2026).

Melalui kebijakan ini, KONI Bengkulu Selatan melakukan penyaringan yang jauh lebih ketat. Setiap cabor tidak lagi dievaluasi sekadar dari aspek keikutsertaan, melainkan dari potensi riil serta rekam jejak capaian para atletnya.

Sejumlah cabor yang kini masuk dalam radar pembahasan intensif antara lain taekwondo, catur, karate, atletik, menembak, pencak silat, dan akuatik. Sementara cabor sepak takraw dan biliar turut dibahas dengan skema efisiensi.

Adapun cabang olahraga bola basket melalui Perbasi Bengkulu Selatan dipastikan tetap masuk dalam agenda persiapan dengan skema pendanaan mandiri.

Dengan waktu persiapan yang menyisakan kurang dari dua bulan, KONI Bengkulu Selatan berpacu dengan waktu untuk memastikan alokasi anggaran benar-benar menyasar kebutuhan krusial atlet, mulai dari pemusatan latihan (TC) hingga akomodasi pertandingan.

Kebijakan kontingen selektif ini sekaligus menjadi tantangan besar bagi para atlet dan pelatih terpilih. Dengan beban dan tanggung jawab yang lebih besar, kontingen minimalis Bengkulu Selatan diharapkan mampu membuktikan efektivitas pembinaan olahraga daerah di tengah keterbatasan finansial pada PORPROV X Bengkulu 2026 mendatang.***

Penulis: DL
Editor: Isman