Dijelaskan, dengan dilakukannya tepuk tepung tawar, maka ini sebagai simbol mendapatkan restu dan amanah untuk memimpin Riau dengan penuh tanggung jawab. Ia berkomitmen, kedepan untuk selalu tetap menjunjung tinggi adat dan budaya Melayu.
"Kita sama-sama berada dan berpijak di tanah Melayu Riau yang kita cintai ini, dan sudah menjadi keharusan bagi kita untuk menjunjung kebudayaan jati daerah ini yang bersendikan Islam. Mudah-mudahan adat seperti ini tidak kita lupakan, terus kita jaga," ucapnya.
Dengan restu dari para tetua adat, Gubernur Wahid dan Wagubri SF Hariyanto kini mengemban amanah besar untuk memajukan Riau. Bukan hanya dalam aspek pembangunan, tetapi juga dalam menjaga warisan budaya yang telah turun-temurun dijaga oleh masyarakat Melayu.***
Penulis: MCR, Editor: Alseptri Ady
Dijelaskan, dengan dilakukannya tepuk tepung tawar, maka ini sebagai simbol mendapatkan restu dan amanah untuk memimpin Riau dengan penuh tanggung jawab. Ia berkomitmen, kedepan untuk selalu tetap menjunjung tinggi adat dan budaya Melayu.
"Kita sama-sama berada dan berpijak di tanah Melayu Riau yang kita cintai ini, dan sudah menjadi keharusan bagi kita untuk menjunjung kebudayaan jati daerah ini yang bersendikan Islam. Mudah-mudahan adat seperti ini tidak kita lupakan, terus kita jaga," ucapnya.
Dengan restu dari para tetua adat, Gubernur Wahid dan Wagubri SF Hariyanto kini mengemban amanah besar untuk memajukan Riau. Bukan hanya dalam aspek pembangunan, tetapi juga dalam menjaga warisan budaya yang telah turun-temurun dijaga oleh masyarakat Melayu.***
Penulis: MCR, Editor: Alseptri Ady