KAMPAR, AmiraRiau.com– Momentum bulan suci Ramadan 1447 H menjadi saksi kehangatan silaturahmi antara Anggota DPRD Provinsi Riau, Hj. Eva Yuliana, SE, dengan konstituennya di Kabupaten Kampar. Di tengah ibadah puasa, Politisi Fraksi Demokrat ini tetap enerjik menyisir aspirasi di dua desa,Tanjung Berulak, Kecamatan Kampar dan Desa Teratak, Kecamatan Rumbio Jaya, Senin (9/2/2026).
Kehadiran sosok yang dikenal dekat dengan kaum ibu ini disambut antusias. Bagi warga, reses ini bukan sekadar seremoni, melainkan jembatan komunikasi langsung untuk menuntaskan berbagai persoalan menahun.
Di Desa Teratak, Kepala Desa Etak Murlizar, S. Sos., M.I.Kom DT. Palimo Jalelo, menyampaikan satu keluhan mendesak yang telah menjadi "beban" selama hampir sewindu. Ia berharap Hj. Eva mampu mendorong kelanjutan pembangunan Jembatan Permanen akses Rumbio ke Pulau Payung yang telah mangkrak selama 7 tahun.

Reses Anggota DPRD Provinsi Riau, Hj. Eva Yuliana, SE, di Desa Teratak, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar, Senin (9/2/2026)
Infrastruktur ini dinilai sangat vital untuk konektivitas antar-desa dan ekonomi kerakyatan. Selain jembatan, warga Teratak juga mengusulkan semenisasi jalan lingkungan, bantuan obat-obatan untuk Posyandu, serta modal pengembangan UMKM desa.
Tak kalah aspiratif, warga Desa Tanjung Berulak melalui Kepala Desa Edi Chandra, SE, menitipkan lima mandat penting kepada Sekretaris Komisi III DPRD Riau tersebut, yaitu percepatan pembangunan semenisasi jalan, bantuan pembangunan Kubah Masjid Jami, pengadaan alat mesin pertanian (Alsintan), bantuan sampan untuk kelompok nelayan lokal, serta penguatan sektor UMKM Desa.

Anggota DPRD Provinsi Riau, Hj. Eva Yuliana, SE, bersama Kepala Desa Teratak Etak Murlizar, S. Sos., M.I.Kom DT. Palimo Jalelo, beserta perangkat desa lainnya meninjau jembatan yang sudah 7 tahun mangkrak.
"Memang saat ini negara sedang menerapkan efisiensi anggaran secara nasional. Namun, hal itu bukan alasan untuk menghentikan pembangunan. Sebagai wakil rakyat, saya akan perjuangkan setiap pokok pikiran ini agar direalisasikan oleh Pemerintah Provinsi Riau," tegas Hj. Eva Yuliana di depan ratusan warga.
Setiap usulan yang masuk dalam reses ini tidak langsung menjadi proyek, melainkan melalui tahapan birokrasi yang dikawal oleh anggota dewan.
Bagi Hj. Eva, menjemput aspirasi di bulan Ramadan memberikan kesan spiritual tersendiri. Ia memastikan bahwa meskipun ada penyesuaian anggaran, kebutuhan dasar masyarakat seperti akses jembatan, sarana ibadah, dan alat produksi nelayan tetap menjadi prioritas yang akan dikawal hingga APBD Provinsi Riau disahkan.***
Penulis: Ali Akbar