Wabup Meranti: Kritik untuk Membangun, Bukan Sekadar Mencari Kesalahan

F

Farhan Hasibuan

Senin, 28 September 2026 | 17:04 WIB

Wabup Meranti: Kritik untuk Membangun, Bukan Sekadar Mencari Kesalahan
Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin bersama unsur Forkopimda dan Ketua PWI Meranti Wira Saputra dalam kegiatan Pelatihan Mengenal Peran dan Fungsi Wartawan serta Media Massa di Ballroom Afifa, Senin (28/9/2026).

MERANTI, AmiraRiau.com - Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin mengajak insan pers, pemerintah dan masyarakat membangun komunikasi yang sehat. Ia menegaskan kritik terhadap pemerintah tetap diperlukan, namun hendaknya disampaikan secara etis, berimbang dan konstruktif.
⠀
Hal itu disampaikan Muzamil saat membuka Pelatihan Mengenal Peran dan Fungsi Wartawan serta Media Massa yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kepulauan Meranti di Ballroom Afifa, Senin (28/9/2026).
⠀
“Kita mengkritik untuk membangun, mengkritisi dengan solusi, bukan hanya mencari-cari kesalahan,” kata Muzamil.
⠀
Menurutnya, kritik dan kontrol sosial merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu, hubungan pemerintah dengan pers perlu dibangun dalam semangat kemitraan untuk menyampaikan informasi sekaligus mendorong perbaikan daerah.
⠀
Muzamil juga mengingatkan pentingnya memahami proses kerja jurnalistik, terutama di tengah perkembangan media sosial. Setiap orang kini dapat menyebarkan informasi dengan mudah, namun tidak seluruh informasi yang beredar dapat dipastikan kebenarannya.
⠀
“Pers merupakan bagian penting dalam membangun komunikasi dengan masyarakat,” ujarnya.
⠀
Ia menilai pemahaman mengenai peran dan fungsi wartawan tidak hanya diperlukan oleh insan pers. Pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan dan berbagai elemen lainnya juga perlu memahami bagaimana informasi diproduksi, diverifikasi dan disampaikan kepada publik.
⠀
Dalam kesempatan itu, Muzamil juga meminta persoalan yang muncul dalam pemberitaan diselesaikan melalui mekanisme yang tepat dan sesuai ketentuan hukum.
⠀
“Negara ini adalah negara hukum. Kita bukan melindungi yang bersalah atau yang berpersoalan hukum. Tetapi mari kita selesaikan dengan cara-cara yang beretika dan baik,” katanya.
⠀
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Kepulauan Meranti Wira Saputra mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman bersama mengenai peran dan fungsi pers, khususnya di lingkungan pendidikan.
⠀
Menurut Wira, kegiatan kali ini secara khusus menghadirkan para kepala sekolah untuk mengenal dunia jurnalistik, media massa serta membangun komunikasi yang sehat dengan insan pers.
⠀
Ia menyebut PWI sebelumnya telah menjalankan program PWI Go To School sejak 2014. Program tersebut memberikan edukasi kepada peserta didik mengenai peran dan fungsi pers.
⠀
“Kami ingin membuka ruang kerja sama yang lebih luas antara PWI dan seluruh satuan pendidikan yang tersebar di Kepulauan Meranti,” ujar Wira.
⠀
Wira berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak unsur masyarakat. Menurutnya, pemahaman mengenai mekanisme kerja jurnalistik dapat membantu lembaga pendidikan menyikapi persoalan pemberitaan secara lebih proporsional.
⠀
Muzamil berharap pelatihan tersebut menjadi ruang edukasi untuk memperkuat literasi media sekaligus membangun komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah, pers, sekolah dan masyarakat.
⠀
“Kalau kita ingin Meranti ini menjadi negeri yang unggul, agamis, dan sejahtera, kolaborasi harus terus dibangun,” pungkasnya.

Editor: Tim redaksi