PEKANBARU, AmiraRiau.com- Seminar bertema “Bangunan Berkelanjutan Ramah Lingkungan” yang diselenggarakan oleh Indonesia Youth Epicentrum Riau sukses digelar di Gedung Kedaerahan Balai Serindit. Kegiatan ini bertujuan mendorong pembangunan infrastruktur modern yang tetap menjaga ekosistem.
Acara dibuka secara resmi oleh Plt Gubernur Riau melalui Plt DLHK Provinsi Riau, M. Job Kurniawan, AP., M.Si, dan dihadiri oleh perwakilan penting lainnya, di antaranya Plt Kadis DLHK Kota Pekanbaru, Reza.
Plt DLHK Riau (M. Job Kurniawan), menyatakan masih sedikitnya pihak yang peduli lingkungan. Ia sangat menghargai masukan terkait regulasi pembangunan dan menekankan pentingnya pertimbangan aspek AMDAL.
Polda Riau Diwakili oleh Kombespol Anissullah M. Ridha, SH., S.I.K., MH, yang menegaskan komitmen kepolisian dalam mendukung kebijakan lingkungan hidup.
Seminar menghadirkan 3 narasumber utama yang membahas berbagai aspek pembangunan hijau. Dr. Prayoto, S.Hut., M.T (DLHK Riau), membahas konsep teknis pembangunan hijau berbasis ekosistem.
Johny Setiawan Mundung, S.P., M.Ling, Aktivis Lingkungan, tentang pentingnya partisipasi publik dalam pengawasan pembangunan, dan Dr. Muthia Anggraini, S.T., M.T, inovasi teknologi konstruksi ramah lingkungan.
Mahasiswa melalui BEM STIE Riau menunjukkan antusiasme kuat dan kesiapan berkolaborasi.
Azmi Zandri (Presma STIE Riau), menyampaikan kehadiran delegasi STIE Riau adalah bentuk kesadaran akan pentingnya pembangunan berkelanjutan dan bukti kesiapan berkolaborasi.
Sementara Vivaldi Emri Nobel (Ketua Umum Indonesia Youth Epicentrum Riau) mendorong pemerintah untuk memperkuat pengawasan proyek pembangunan agar sesuai prinsip ramah lingkungan dan membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan komunitas kepemudaan.
Diharapkan seminar ini dapat menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa isu lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan semata tanggung jawab pemerintah.***
Penulis: BEM STIE Riau