SIAK, AmiraRiau.com- Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, menggelar sarasehan bersama Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IV Kepulauan Riau, Jumhari, sebagai rangkaian awal Julang Budaya Siak 2025. Diskusi ini menjadi ruang tukar gagasan untuk merumuskan arah pengembangan kebudayaan Melayu Siak ke depan.
Wabup Syamsurizal menekankan bahwa tagline "Siak The Truly Malay" harus diwujudkan menjadi identitas yang hidup dan karakter utama daerah.
"Makna Siak The Truly Malay itu sangat kuat di Riau dan harus betul-betul kita hidupkan. Kami berharap komunitas-komunitas budaya yang ada di Siak mulai kembali memunculkan lagi kegiatan budaya di setiap kecamatan," kata Wabup Siak.
Julang Budaya Siak 2025 sendiri akan menghadirkan rangkaian agenda budaya, mulai dari pertunjukan seni, perlombaan tradisional, hingga seminar yang melibatkan pelaku budaya lokal dan nasional.
Kepala BPK Wilayah IV Riau, Jumhari, menjelaskan bahwa dukungan terhadap Julang Budaya Siak merupakan bagian dari program prioritas pemerintah pusat dalam mendukung kebudayaan daerah.
Wabup Syamsurizal mengapresiasi perhatian dan dukungan anggaran dari Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), yang dinilai menjadi peluang besar untuk menghidupkan kembali pergelaran budaya di kota pusaka.
Jumhari juga memaparkan adanya peluang pendanaan yang bisa dimanfaatkan oleh Pemkab Siak dan komunitas, yaitu Dana Indonesiana: Program prioritas pemerintah pusat untuk mendukung kebudayaan, dan dukungan sarana-prasarana (Sarpras) Budaya: Peluang bagi Pemkab Siak untuk mengajukan kebutuhan sarpras guna penguatan kegiatan kebudayaan.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, komunitas seni, dan dukungan BPK Kemenbud, Julang Budaya Siak 2025 diharapkan menjadi momentum kebangkitan budaya Melayu di Kabupaten Siak.***