BENGKULU SELATAN, AmiraRiau.com- Pembinaan di dalam rutan dituntut menghasilkan perubahan nyata membentuk warga binaan yang berkarakter, memiliki keterampilan, dan mampu hidup mandiri setelah bebas.
Untuk memastikan upaya tersebut berjalan, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Bengkulu Aris Munandar, Bc.IP., S.Sos., M.Si., meninjau pelayanan dan program pembinaan di Rutan Kelas IIB Manna, Jumat (9/10/2026).
Kunjungan kerja bersama jajaran tersebut difokuskan pada evaluasi pelayanan serta pelaksanaan pembinaan kepribadian dan keterampilan. Program pembinaan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan rutin di dalam rutan, tetapi menjadi bekal bagi warga binaan untuk berintegrasi kembali dengan masyarakat dan mengurangi risiko mengulangi pelanggaran hukum.
Dalam peninjauan itu, Aris Munandar melihat sejumlah layanan bagi tahanan, warga binaan, dan keluarga mereka, termasuk fasilitas hunian dan layanan pendukung. Pengawasan dilakukan untuk memastikan pelayanan berlangsung adil dan tidak diskriminatif.
Rombongan juga meninjau kegiatan kerja dan pembinaan kepribadian, termasuk kegiatan pesantren. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat moral, etika, dan karakter warga binaan sebagai bagian dari persiapan kembali ke kehidupan bermasyarakat.
Selain pembentukan karakter, keterampilan kerja menjadi aspek penting dalam proses pembinaan. Kemampuan yang diperoleh selama menjalani masa pidana diharapkan dapat menjadi modal untuk mencari nafkah, membangun kemandirian ekonomi, dan menjalani kehidupan yang lebih produktif setelah bebas.
Kepala Rutan Kelas IIB Manna, Hannibal, S. Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kunjungan jajaran Kanwil Ditjenpas Bengkulu. Ia berharap evaluasi dan masukan dari kantor wilayah dapat menjadi bahan perbaikan dalam penyelenggaraan pelayanan serta pelaksanaan program pembinaan.
Menurut Hanibal, masukan tersebut diperlukan untuk mengidentifikasi kekurangan dan merumuskan solusi agar pelaksanaan tugas pemasyarakatan berjalan sesuai dengan arahan pimpinan.
Kunjungan ini menempatkan kualitas pembinaan sebagai salah satu aspek penting keberhasilan pemasyarakatan. Ukurannya bukan semata-mata terlaksananya kegiatan di dalam rutan, melainkan sejauh mana pembinaan mampu mempersiapkan warga binaan untuk hidup mandiri, berperilaku lebih baik, dan kembali berperan positif di tengah masyarakat.***
Penulis: DL
Editor: Isman