Karhutla Sudah Puluhan Titik, BPBD Riau Dorong Daerah Segera Tetapkan Status Siaga Karhutla

A

administrator

Kamis, 29 Januari 2026 | 00:00 WIB

Karhutla Sudah Puluhan Titik, BPBD Riau Dorong Daerah Segera Tetapkan Status Siaga Karhutla

PEKANBARU, AmiraRiau.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau saat ini masih menahan diri untuk menetapkan status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tingkat provinsi. Meski Karhutla telah mulai muncul di enam kabupaten/kota, penetapan status provinsi secara regulasi memerlukan minimal dua hingga tiga daerah yang terlebih dahulu mendeklarasikan status serupa.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, M. Edy Afrizal, menjelaskan bahwa saat ini Riau masih berada dalam masa transisi cuaca.

Edy menegaskan bahwa penanganan kebakaran di lapangan saat ini masih sanggup diatasi oleh tim di tingkat kabupaten/kota. Namun, pihaknya terus mendorong daerah yang memiliki titik api meluas untuk segera mempertimbangkan penetapan status Siaga Karhutla.

"Kami mendorong daerah yang berpotensi agar segera mempertimbangkan penetapan status. Saat ini kita masih berada dalam status siaga bencana hidrometeorologi (banjir/longsor) yang akan berakhir secara otomatis pada 31 Januari ini," ujar Edy Afrizal, Kamis (29/1/2026).

Berdasarkan koordinasi dengan BMKG, cuaca di Riau pada awal tahun ini cenderung fluktuatif. Edy menyebut kondisi ini sebagai fase pemanasan (warming up) sebelum memasuki siklus musim panas yang lebih panjang di pertengahan tahun.

"Di Riau ada dua kali musim panas. Saat ini panas selang-seling dengan hujan. Kami terus memantau prediksi BMKG untuk menentukan langkah antisipasi selanjutnya," tambahnya.

Data terbaru dari BMKG menunjukkan terdapat 45 titik panas (hotspot) yang tersebar di wilayah Riau. Kabupaten Indragiri Hilir menjadi wilayah dengan sebaran terbanyak. 

Saat ini, sebaran hotspot berada di Indragiri Hilir 23 titik, Bengkalis 12 titik, Kota Dumai 4 titik, Pelalawan 3 titik, Siak, Rokan Hilir, Rokan Hulu masing-masing 1 titik

Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, telah berkoordinasi dengan Forkopimda Riau untuk mengintensifkan upaya pencegahan dini. Ia meminta seluruh lapisan masyarakat untuk tidak menggunakan metode bakar dalam membuka lahan.

"Antisipasi sudah kami bahas bersama Forkopimda. Kami mohon masyarakat menjaga lingkungan bersama-sama. Tolong, jangan membuka lahan dengan cara membakar," tegas SF Hariyanto.***