Gaduh! Perubahan Desil Naik Signifikan, Kemensos: Desil itu Bukan Sertifikat Kaya atau Miskin

A

Alseptri Ady

Jumat, 04 September 2026 | 19:49 WIB

Gaduh! Perubahan Desil Naik Signifikan, Kemensos: Desil itu Bukan Sertifikat Kaya atau Miskin

JAKARTA, AmiraRiau.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkap penyebab perubahan desil yang sempat terjadi secara signifikan pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Volume 3. Perubahan tersebut dipicu masuknya sekitar 12 juta data baru dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang belum melalui proses verifikasi dan validasi.

Perubahan desil yang menimbulkan kegaduhan di masyarakat itu kini telah dikoreksi melalui DTSEN Volume 3.1 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS).

Gus Ipul mengatakan pemerintah terus melakukan konsolidasi dan pemutakhiran data untuk meningkatkan akurasi DTSEN.

"Baru masuk 12 juta data baru dari BKKBN yang belum dilakukan verifikasi dan validasi. Sehingga loncat-loncat. Nah sekarang sudah distabilkan, dirapikan, diverifikasi dan validasi. Insyaallah dalam waktu 1-2 minggu ke depan, data ini akan makin akurat," ujar Gus Ipul di Jakarta, Kamis (3/9/2026) malam.

Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis Andy Kurniawan menjelaskan, desil DTSEN bukan ukuran langsung untuk menentukan seseorang kaya atau miskin maupun besaran penghasilan. Desil merupakan pemeringkatan relatif tingkat kesejahteraan penduduk secara nasional.

"Desil itu bukan sertifikat kaya dan miskin. Desil tidak bisa disamakan secara ekuivalen dengan penghasilan. Desil 1 penghasilannya sekian atau desil 10 penghasilannya sekian, itu tidak bisa," tegas Andy.

Karena bersifat relatif, posisi desil seseorang dapat berubah meskipun kondisi ekonominya tidak mengalami perubahan. Perubahan dapat terjadi karena kondisi keluarga lain dalam pemeringkatan juga berubah.

Andy memberi ilustrasi ketika terjadi bencana yang menyebabkan banyak masyarakat jatuh miskin, maka posisi desil orang lain secara otomatis bisa naik.

Gus Ipul menegaskan perubahan desil tidak serta-merta membuat seseorang langsung dicoret dari daftar penerima bantuan sosial. Penyaluran bantuan tetap menunggu penetapan penerima pada periode penyaluran.

"Tidak serta-merta orang yang sekarang desilnya berubah, itu otomatis dicoret (bansosnya). Karena masih menunggu penetapan pada awal bulan penyaluran," ujar Gus Ipul.

Masyarakat yang merasa datanya belum sesuai dapat mengajukan pemutakhiran melalui pemerintah desa atau kelurahan dengan bantuan operator SIKS-NG, serta melalui WhatsApp Center 08877-171-171, Command Center 171, dan aplikasi Cek Bansos.***

Editor: Alseptri Ady