KERINCI KANAN, AmiraRiau.com – Bupati Siak, Afni Zulkifli, menghadiri momen sakral Haflah Akhirussanah ke-12 Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadus Sholihin di Kampung Delima Jaya, Kecamatan Kerinci Kanan, Selasa (10/2/2026). Acara ini semakin istimewa dengan digelarnya Khataman Kitab Al-Imrithi dan Alfiyah Ibnu Malik oleh para santri.
Mengusung tema "Berbekal ilmu dan budi, Mengukir bakti untuk Negeri", Bupati Afni menegaskan bahwa pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan agama, melainkan "kawah candradimuka" bagi calon pemimpin yang memiliki integritas moral dan spiritual.
Dalam pidatonya, Bupati Afni mengajak para orang tua untuk tidak ragu menjadikan pesantren sebagai pilihan utama pendidikan anak. Menurutnya, pendidikan pesantren adalah investasi jangka panjang yang menjamin anak memiliki kedisiplinan dan kepedulian sosial tinggi.
"Pesantren adalah tempat pembentukan karakter kepemimpinan yang berlandaskan keimanan. Dari sini lahir calon pemimpin masa depan yang saleh, jujur, dan berakhlak mulia. Di tengah tantangan zaman yang kompleks, pesantren hadir sebagai solusi nyata dan benteng moral kita," tegas Afni Zulkifli.
Bupati juga memberikan apresiasi khusus atas khataman Kitab Al-Imrithi dan Alfiyah Ibnu Malik. Penguasaan kedua kitab tata bahasa Arab tingkat tinggi ini menunjukkan kualitas akademik santri Riyadus Sholihin dalam mendalami literatur Islam klasik (Kitab Kuning) yang menjadi fondasi ulama masa depan.
Pemkab Siak menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dan mendukung pengembangan infrastruktur serta kualitas pendidikan pesantren. Hal ini sejalan dengan strategi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di Kabupaten Siak.
Pengasuh Ponpes Riyadus Sholihin, KH. M. Thoyib Firdaus, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan Bupati. "Kami berharap sinergi ini terus diperkuat demi mencetak generasi santri yang mandiri dan mampu berkontribusi nyata bagi bangsa," tuturnya.
Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan berbagai penampilan seni Islami oleh para santri, yang disaksikan langsung oleh jajaran Forkopimcam, tokoh masyarakat, dan ratusan wali santri.***