PEKANBARU, AmiraRiau.com- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia mengucurkan dana APBN sebesar Rp101 miliar lebih pada Tahun Anggaran 2026 untuk membangun 56 titik Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) serta merehabilitasi sarana irigasi di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).
Langkah strategis ini diambil pemerintah pusat usai menilai Kabupaten Kuansing memiliki potensi besar di sektor pertanian yang masih dapat dioptimalkan.
Menteri PU, Dody, mengonfirmasi komitmen tersebut saat meninjau langsung lokasi proyek JIAT di Desa Pulau Komang, Kecamatan Sentajo Raya, Selasa (04/8/2026).
"Kami melihat potensi sektor pertanian di Kuansing ini sangat besar dan prospektif untuk dikembangkan. Oleh karena itu, kementerian menyiapkan infrastruktur pendukung agar produksi petani meningkat pesat menuju kemandirian pangan," tegas Menteri Dody.
Plt Bupati Kuansing, H. Muklisin, menjelaskan bahwa selain pembangunan 56 titik JIAT, bantuan kementerian mencakup rehabilitasi fisik jaringan irigasi di Desa Koto Kari, Kecamatan Kuantan Tengah.
Proyek 56 titik JIAT tersebut disebar secara merata di 11 kecamatan, yakni Kecamatan Hulu Kuantan, Kecamatan Kuantan Mudik, Kecamatan Gunung Toar, Kecamatan Kuantan Tengah, Kecamatan Sentajo Raya, Kecamatan Benai, Kecamatan Pangean, Kecamatan Kuantan Hilir, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kecamatan Inuman dan Kecamatan Cerenti.
"Seluruh pembiayaan menelan dana Rp101 Miliar lebih dan bersumber penuh dari APBN. Karena keterbatasan APBD daerah, Pemkab Kuansing terus proaktif mengusulkan bantuan program prioritas ke pusat," ujar Muklisin. Saat ini, seluruh paket proyek tengah memasuki tahap lelang di Kementerian PU.
Sebagai catatan, pada tahun 2025 lalu melalui program Inpres, Kuansing telah menerima bantuan 39 titik JIAT dan rehabilitasi 7 titik irigasi dari Kementerian PU.***