"Kembali pembongkaran billboard, yang awalnya ini Hj Rusmanita sudah dipasang diganti anak bupati. Ini dipasang kembali Hj. Rusmanita yang sudah membayar sampai 10 Februari. Ini sepertinya tampaknya sedang dibongkar, ada apa dengan negeri Rokan Hilir?," kata si perekam video tersebut.
Akibat aksi bongkar paksa billboard oleh escavator yang diduga milik Pemkab Rohil ini, pihak korban merasa dirugikan dan Jumat sore (12/1/2023) melaporkan kasus tersebut ke Bawaslu Rokan hilir dan langsung diterima dengan nomor laporan: 007/LP/PL/Kab/04.10/1/2024.
Kepala Satpol PP Kabupaten Rohil Syafnurizal yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp sejak Kamis (11/1/2023) belum memberikan keterangan terkait pembongkaran Billboard tersebut.
Begitu juga saat dikonfirmasi melalui pesan ke nomor WhatsApp Bupati Rohil, hingga Jumat malam (12/1/2024) juga belum mendapat jawaban. (ady)***
"Kembali pembongkaran billboard, yang awalnya ini Hj Rusmanita sudah dipasang diganti anak bupati. Ini dipasang kembali Hj. Rusmanita yang sudah membayar sampai 10 Februari. Ini sepertinya tampaknya sedang dibongkar, ada apa dengan negeri Rokan Hilir?," kata si perekam video tersebut.
Akibat aksi bongkar paksa billboard oleh escavator yang diduga milik Pemkab Rohil ini, pihak korban merasa dirugikan dan Jumat sore (12/1/2023) melaporkan kasus tersebut ke Bawaslu Rokan hilir dan langsung diterima dengan nomor laporan: 007/LP/PL/Kab/04.10/1/2024.
Kepala Satpol PP Kabupaten Rohil Syafnurizal yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp sejak Kamis (11/1/2023) belum memberikan keterangan terkait pembongkaran Billboard tersebut.
Begitu juga saat dikonfirmasi melalui pesan ke nomor WhatsApp Bupati Rohil, hingga Jumat malam (12/1/2024) juga belum mendapat jawaban. (ady)***