SYDNEY, AmiraRiau.com- Di penghujung kuartal 2025, Ikatan Keluarga Minang Saiyo Sydney Australia (IKMSS) sukses menggelar Minang Festival 2025 — perayaan kuliner, seni, dan kebersamaan yang menegaskan eksistensi budaya Minangkabau di tanah rantau.
Minang Fest menghadirkan perpaduan harmonis antara seni, rasa, dan kebersamaan: dari Tari Persembahan dan Tari Indang yang memukau hingga bazar kuliner yang menggugah selera. Ribuan pengunjung dari berbagai penjuru Sydney menikmati kekayaan budaya Ranah Minang — dari hidangan legendaris hingga jajanan pasar yang membangkitkan nostalgia kampung halaman.

Stall sate: Ivi, Ola dan Jumi
“Di tengah diaspora, budaya bukan sekadar kenangan — tapi rumah yang kita bangun bersama”.
Bazar Kuliner dan Sajian Minangkabau
Bertempat di Australian National Sports Club, Lakemba, bazar berlangsung dari pukul 12.00 siang hingga 21.00 malam. Deretan stan makanan diisi oleh anggota IKMSS dan komunitas Minang Sydney.
.jpg)
Team Soto Padang dan Lontong Pitalah (Koti Bunaya, Wiwit dan Ola Nasrun)
Menu Legendaris Minang Fest 2025:
• Nasi Kapau D’Lapau Uni Maryam
• Lontong Pitalah Uni Koti Bunaya
• Soto Padang Uni Ola Nasrun
• Sate Ayam Padang Uni Nentis
• Bakso Uni Wira
• Siomay Uni Diah
• Pempek Uni Yanti
• Jajanan Pasar Komuniti IKMSS — martabak kubang, kue lupis, kue talam, katan sarikaya, sala lauk, bahkan lamang tapai.
Generasi muda Youth Minang Surau Connect turut memeriahkan dengan stan minuman, barbecue sausages sizzler, dan es buah segar di tengah cuaca Sydney yang mencapai 30°C.

Bundo-bundo ( Rina, Eni, Ni Elly, Vera, NiNur dan Nina ) memasak kuah sate.
“Kami ingin pengunjung tidak hanya menikmati makanan, tapi juga merasakan suasana kebersamaan,” ujar Febryna, Sekretaris IKMSS sekaligus Ketua Surau Connect.
Sate Padang Saiyo Sakato — Simbol Gotong Royong
Tak ada Minang Fest tanpa ikon kuliner ini: Sate Padang Saiyo Sakato. Sajian paling legendaris ini adalah hasil gotong royong ibu-ibu Minang Saiyo di bawah koordinasi Ibu Ketua IKMSS Ivi Yunus bersama para Bundo Kanduang.
Lebih dari 60 kilogram lidah sapi yang direbus Uni Maryam kemudian dipotong dan ditusuk menjadi sate secara bergotong royong oleh Bundo-Bundo IKMSS, menggunakan bumbu khas racikan Bundo Ely Zahar Saleh (Bude). Persiapan dimulai sejak dini hari, dari memotong lontong hingga menyiapkan bumbu sate.
“Ibu-ibu mulai dari Subuh, semua dilakukan bersama. Alhamdulillah senang ketika melihat pengunjung berbondong-bondong menikmati hasil kerja keras kami bersama,” tutur Ibu Ivi Yunus.
Kuah sate dikomandoi oleh Uni Nina, Tek Nur, Uni Ely, dibantu Uni Heni, Uni Jum, Uni Rina, dan Ustadzah Sera. Para bapak pun berperan memanggang sate, mengatur logistik, serta menyiapkan tenda dan perlengkapan di area bazar.
Walaupun stan dibuka sedikit lebih lambat, antrian panjang langsung terbentuk — bukti legendarisnya cita rasa Minang di hati komunitas rantau dan warga lokal.

Dlapau , Mariam Lutfi
Pembukaan Resmi dan Kehadiran Konsulat Jenderal RI
Acara resmi dibuka pukul 16.30 dengan kehadiran Bapak Andos Manggala Lumban Tobing, perwakilan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Sydney, beserta rombongan.
Para tamu disambut hangat melalui Tari Pasambahan oleh anak-anak generasi ketiga urang Minang berusia sekitar 8 tahun, dilanjutkan dengan Tari Indang yang memperlihatkan kebolehannya di depan publik — sebuah pengalaman yang akan menjadi kenangan indah dan memotivasi mereka menjaga budaya Minang di masa depan. Uni Izah dan Uni Cici menjadi motor penggerak mengajarkan tari untuk anak-anak.
“Minang Fest bukan sekadar bazar, tapi wadah untuk memperkenalkan siapa kami,” ujar Yousfi B. Latif (YBL).

Team jajan pasar (Fitri, Santi, Nilida)
“Kami ingin anak-anak generasi kedua dan ketiga tetap merasa dekat dengan akar budayanya, meski mereka tumbuh di tanah rantau,” lanjutnya.
Dentang talempong, aroma sate, dan tawa bersahutan menjadi saksi bahwa festival ini bukan hanya hiburan, tapi juga penjaga ingatan dan perekat kebersamaan.
“Di perantauan, budaya adalah rumah yang kami bangun bersama. Selama masih ada yang menari, memasak, dan tertawa dalam bahasa Minang, rumah itu tak akan pernah runtuh”.

Team Sate Ayam (Nentis)
“Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang; ka bukik samo mandaki, ka lurah samo manurun. Saciok bak ayam, sadanciang bak basi — mandapek samo balabo, kahilangan samo marugi,” tambah Uda Andri Nauman.

Decky Bunaya (MC)
Musik, Lomba, dan Aktivitas Anak
Suasana semakin meriah dengan penampilan musik dari Uda Yusuf dan Uda Decky Bunaya, membawakan lagu-lagu Minang klasik hingga pop hits Indonesia. Irama musik bahkan membuat peserta voli dari komunitas Korea ikut bergoyang — kebetulan di gedung yang sama sedang berlangsung kompetisi bola voli komunitas Korea.
Menjelang sore, pengunjung dan anggota komunitas turut menyumbangkan lagu-lagu Indonesia dan Minang, menjadikan festival ini wadah ekspresi dan kreativitas generasi muda Minang.
Tak ketinggalan, Bundo Kanduang yang menyumbangkan lagu Minangkabau menambah semarak acara. Anak-anak bermain di Jumping Castle, sementara para bapak ikut lomba domino berhadiah sponsor dari Indra Gardening, Ketua Acara Minang Fest.
Tawa, sorak, dan canda terdengar sepanjang hari — mencerminkan hangatnya solidaritas dan inklusivitas komunitas Minang di Sydney.

Team Mpek-mpek dan Siomay (Diah dan Yanti)
Apresiasi dan Terima Kasih
IKMSS menyampaikan terima kasih tulus kepada semua pihak yang mendukung suksesnya acara ini:
• Tim penyewa gedung dan penghubung dengan pengelola gedung
• Tim desain flyer dan banner
• Tim marketing & media sosial (TikTok, Instagram, Facebook, WhatsApp)
• Tim Sate Padang & Bundo Kanduang
• Tim logistik dan teknis
• Tim entertainment dan listrik
• Tim tari anak-anak
• Youth Minang Surau Connect
• Tim domino dan tim sapu jagat
• Uda-uda dan Uni-uni yang meminjamkan peralatan dan tenda.

Team sate (Amel, Liza, Mona dan Rini)
Ucapan khusus juga diberikan kepada Novri Latif (Surau Sydney Australia), Ibu Asni sebagai Bundo Kanduang yang telah berhasil menghimpun penjual, serta seluruh Bundo Kanduang, Uda-uda, dan generasi muda Minang, yang jasanya amat besar bagi suksesnya acara.

Team logistik (Teddi, Mondro, Budi dan Fadhli)
Penutup
Alhamdulillah, Minang Fest 2025 berlangsung sukses dan penuh keberkahan. Dagangan ludes, tawa menggema di setiap sudut, dan silaturahmi kian erat.
IKMSS menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dan terima kasih atas dukungan semua pihak. Semoga setiap tenaga, waktu, dan dedikasi menjadi amal jariyah serta membawa keberkahan bagi semua.
Minang Fest 2025 membuktikan bahwa meski jauh di rantau, budaya Minang tetap hidup, tumbuh, dan menyatukan komunitas melalui kuliner, musik, tarian, dan semangat gotong royong — warisan luhur Ranah Minang yang tak lekang oleh waktu.***
.jpg)
Youth surau jualan BBQ
Penulis: Koti Bunaya/Tim Media IKMSS