Mukjizat! Fathan Bayi 3 Bulan Selamat Saat Banjir Bandang Meluluh Lantahkan Seluruh Keluarganya

A

administrator

Rabu, 03 Desember 2025 | 00:00 WIB

Mukjizat! Fathan Bayi 3 Bulan Selamat Saat Banjir Bandang Meluluh Lantahkan Seluruh Keluarganya

SUMBAR, AmiraRiau.com- Kalau Allah SWT sudah berkehendak, tak ada yang tak mungkin. Mungkin inilah yang dialami Fathan bayi mungil berusia 3 bulan yang terseret banjir bandang atau galodo yang ditemukan dalam kondisi selamat.

Penemuan Bayi mungil bernama Fathan ini bagaikan mukjizat, mengingat tubuh kecil tersebut terseret banjir bandang sejauh 3 km dari rumahnya di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Agam, Sumatera Barat.

Saat ditemukan, tubuhnya dipenuhi lumpur dan tersangkut di sebuah pohon. Bayi mungil ini seperti dilindungi Allah saat terseret banjir bandang. Bayi bernama Fathan ditemukan tim SAR dan regu penolong pada Jumat (28/11/2025) pagi setelah Kamis sore terseret banjir bandang yang meluluh lantahkan desanya.

Seluruh keluarga Fathan, Ayah, ibu, kakak, neneknya meninggal dunia dalam tragedi bencana alam yang terjadi Kamis (27/11/2025) sore menyapu bersih pemukiman warga di desa Nagari Salareh Aia, Palembayan.

Ayahnya lebih dahulu ditemukan oleh masyarakat dalam keadaan luka-luka pada Kamis (27/11/2025) malam. Dan besok harinya meninggal dunia di rumah sakit.

Sedangkan Fathan ditemukan oleh warga dalam keadaan menangis, tertidur, tertelungkup di atas jerami padi tepat dibawah pohon pada Jumat pagi.

Fathan dibawa regu penolong ke rumahnya. Kemudian dibawa ke posko pengungsian pada malam itu untuk mendapatkan perawatan.

Wali Nagari Salareh Aia Timur, Ahmad Fauzi, menyebutkan peristiwa di daerahnya terjadi Kamis (27/11/2025) menjelang Maghrib.

Keluarga Fathan tinggal di tepi Sungai Selaras, salah satu dari lima hingga enam rumah yang berjejer di pinggiran sungai, dekat jembatan penghubung desa. Saat air bah datang, rumah mereka habis tersapu. Bayi malang ini tinggal bersama ibu, ayah, nenek, om, tante, dan kakaknya, total tujuh orang.

“Ada satu keluarga yang menjadi korban, ada kakek, nenek, orang tua, om, kakaknya dan anak 3 bulan itu,” kata Ahmad Fauzi, Rabu (3/12/2025).

Saat ini, Bayi mungil tersebut dalam perawatan kasih sayang warga yang selamat. Kisahnya bukan hanya tentang kesedihan, tetapi juga tentang keteguhan jiwa. Ia adalah pengingat hidup akan segala yang telah hilang. Semoga para korban yang tertimpa musibah diberi ketabahan dan kesabaran dan diberi keikhlasan menyerahkan semua kepada sang pencipta langit dan bumi. ***